Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mengusulkan re-alokasi pupuk subsidi ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemrov Jatim) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Namun usulan re-alokasi pupuk subdisi pada 24 Juli 2023 lalu hingga kini belum terealisasi.
Alokasi tambahan pupuk subsidi tersebut untuk menyikapi e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) yang tidak sesuai dengan kebutuhan petani di Kabupaten Mojokerto. Terkait hal ini, Dinas pertanian (Diperta) Kabupaten Mojokerto bersiap menghadapi potensi kelangkaan pupuk subsidi.
“Sudah kita sikapi dengan mengusulkan tambahan alokasi (Pupuk subsidi), sudah terkirim suratnya. Tapi sampai dengan saat ini, baru minggu kemarin teman-teman bidang Sarpras saya suruh konfirmasi ke provinsi juga belum ada kabar,” ungkap Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah, Rabu (4/10/2023).
Pada tahun 2023, kebutuhan pupuk subsidi untuk petani di 18 kecamatan tersebut mencapai kurang lebih sekitar 49 ton. Usulan pupuk subsidi jenis urea melalui E-RDKK sebanyak 24.540.755 namun e-alokasi hanya 20,997.000. Usulan pupuk subsidi NPK dari 26.353.243 hanya terpenuhi sekitar 13,863.000.
“Permohonan tambahan alokasi sesuai e-RDKK untuk pupuk urea 3.543.755 dan pupuk NPK 12.490.243. Kalau realokasi yang kami usulkan bisa direalisasikan, ya baik. Dari data kan jelas sesuai e-RDKK dengan alokasi yang kita terima itu memang ada kekurangan jauh, nyatanya seperti itu datanya,” katanya.
Pihakmya khawatir jika tambahan alokasi itu tidak terealisasi maka imbasnya dapat berpotensi memicu kekurangan pupuk subsidi bagi petani di Kabupaten Mojokerto. Apalagi, kekurangan pupuk subsidi berpotensi terjadi jika alokasi tidak terealisasi.
BACA JUGA:
Bhabinkamtibmas di Mojokerto Bantu Petani Pangkas Biaya Produksi Lewat Produksi Pupuk Pendukung
“Ya kemungkinan bisa memicu kekurangan kalau realokasi itu tidak terealisasi karena memang kenyataannya kurang. Namun kami sudah antisipasi dengan berkoordinasi terkait ketersediaan stok termasuk distribusi pupuk subsidi ke petani. Kami panggil perwakilan Pupuk Indonesia untuk saya kroscekkan,” katanya.
Pihaknya mengaku berkoordinasi dengan perwakipan Pupuk Indonesia untuk cros cek sejauh mana penyaluran pupuk subsidi melalui distributor-distributor di Kabupaten Mojokerto. Ditambahkan hasil rapat koordinasi dengan perwakilan Pupuk Indonesia untuk distribusi pupuk subsidi sudah terserap sekitar 96 persen.
“Kami juga tidak bisa diam kalau benar-benar pendistribusiannya tidak sesuai karena itu haknya petani, jangan main-main. Sesuai data dari 18 kecamatan, rata-rata hampir sekitar 96 persen bahkan ada yang sampai 100 lebih dan 105 persen. Ada dua yang belum tapi kemarin sudah tercukupi seperti di Pacet dan Puri,” ujarnya.
BACA JUGA:
Pabrik Pupuk Organik Tak Cukup untuk Atasi Kesulitan Petani Jember
Pihaknya berharap alokasi tambahan pupuk subsidi yang diajukan dapat segera terealisasi untuk mencukupi kebutuhan petani. Sehingga tidak terjadi kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Mojokerto.
“Harapan kami agar tambahan alokasi tersebut bisa terealisasi dengan jumlah e-RDKK yang belum terpenuhi, mengingat petani sangat membutuhkan pupuk tersebut,” tegasnya. [tin/but]






