Surabaya (beritajatim.com) – Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Nurhasan mendorong para profesornya terjun ke desa. Mereka tak boleh hanya berada di kampus, layaknya menara gading.
Bagi Cak Hasan, seorang guru besar harus terjun langsung ke masyarakat atau ke desa-desa untuk menjawab berbagai persoalan yang ada di sana dari ilmu kepakarannya masing-masing.
“Gubes harus terlibat menyelesaikan permasalahan di desa baik aspek ekonomi, UMKM, olahraga maupun kesehatan. Ilmu pakar harus bermanfaat bagi masyarakat,” kata Cak Hasan, Rabu (27/9/2023).
Hari ini, Unesa kembali mengukuhkan 8 profesor baru dari berbagai disiplin keilmuan. Di bulan ini, total sudah ada 15 profesor yang dikukuhkan. Unesa juga masih menunggu 3 lagi yang masih proses menuju profesor.
“Pengukuhan dibagi per sesi, agar temuan dan gagasan profesor ini benar-benar tersampaikan kepada publik. Risetnya tadi menarik, ada produk pangan olahan daun kelor, bahan bakar alternatif hingga teknologi,” katanya.
Ia berharap, penambahan jumlah guru besar ini bisa semakin banyak kajian, temuan dan inovasi yang dihasilkan Unesa. Kata dia, guru besar menjadi mesin transformasi riset dan inovasi kampus Unesa.
BACA JUGA:
DK4 Somasi Komunitas Artefak Nusantara, Ini Masalahnya
“Ini menjadi penguatan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas riset dan publikasi di berbagai jurnal bereputasi internasional termasuk Scopus. Ini penguatan menuju top 500 kampus terbaik dunia,” paparnya.
Bahkan, lanjut Cak Hasan, guru besar yang dihasilkan Unesa tahun ini sudah melampaui target. Rencananya, hanya 22 saja, tapi justru tembus 29 guru besar dan 3 lagi sedang proses.
“Untuk tahun depan Unesa menargetkan bisa menghasilkan sekitar 30 guru besar lagi. “Ini sudah kami rancang dan by design lewat program percepatan guru besar yang kami jalankan,” tandasnya. [ipl/but]
BACA JUGA:
Kakek di Magetan Tewas Terbakar saat Bakar Sampah Dekat Rumpun Bambu
Berikut 8 guru besar atau profesor yang baru saja dikukuhkan:
1. Prof. Dr. Muhaji, S.T., M.T., Guru Besar bidang Teknologi Pembakaran dan Bahan Bakar.
2. Prof. Dr. I. Made Arsana,S.Pd.,M.T, Guru Besar bidang Perpindahan Panas.
3. Prof. Dr. Agus Wiyono, S.Pd., M.T., Guru Besar bidang Pemetaan SMK Berbasis Potensi Wilayah.
4. Prof.Dr. Rita Ismawati, S.Pd., M.Kes., Guru Besar bidang Pengembangan Produk Pangan Fungsional.
5. Prof. Dr. I. Ketut Atmaja Johny Artha,M.Kes., Guru Besar bidang Pembelajaran Orang Dewasa.
6. Prof. Dr. Imam Marsudi,M.Si., Guru Besar bidang Kepelatihan Olahraga.
7. Prof. Dr. Tri Wrahatnolo, M.Pd., Guru Gesar bidang Pendidikan Vokasi Teknik Elektro.
8. Prof. Dr. Mutimmatul Faidah,S.Ag., M.Ag., Guru Besar Keislaman bidang Tata Rias.






