Jember (beritajatim.com) – Sejumlah peserta Asian Music Games dari beberapa negara sudah tiba di Kabupaten Jember, Jawa Timur, kemarin untuk mengikuti kompetisi yang digelar pada 22 – 24 September 2023. Kehadiran mereka menggerakkan perekonomian lokal.
Sembilan negara peserta Asian Music Games adalah Indonesia, China, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam dan Taiwan. Presiden Asian Marching Band Confederation (AMBC) Sehat Kurniawan Saiman mengatakan, sejumlah perwakilan peserta yang sudah datang di Jember sempat berjalan-jalan. “Mereka berbelanja souvenir dan kuliner di Jember. Jadi beberapa peserta sudah curi start untuk berbelanja di Jember,” katanya.
Bupati Hendy Siswanto bahagia dengan terpilihnya Jember menjadi tuan rumah Asian Music Games pertama. “Ini kebanggaan buat kami. Kami terbiasa menyelenggarakan event internasional, insyaallah kami akan layani peserta dengan pelayanan terbaik,” katanya, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (21/9/2023).
Hendy mengatakan, kompetisi ini bisa untuk memperkenalkan Kabupaten Jember di level nasional dan internasional. “Juga dapat menjadikan kabupaten dengam kompetisi marching band berkelas dunia, sehingga berdampak pada perekonomian daerah, baik dari segi pariwisata maupun sektor lainnya,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember bersama para pegiat pariwisata, usaha mikro kecil menengah, kuliner, dan sejumlah pihak siap melayani para delegasi yang hadir. “Dampaknya secara ekonomi luar biasa. Mereka sudah order UMKM kita. Bahkan sudah ada beberapa peserta yang akan berkeliling di beberapa titik wisata,” kata Hendy.
Diikuti kurang lebih 1.500 atlet, Asian Music Games memiliki lima kategori kompetisi, yakni marching field show, marching music battle, concert band, street parade, dan individual game. Hendy memastikan Pemkab Jember sudah melakukan sejumlah persiapan jauh-jauh hari. Perwakilan negara-negara peserta sudah meninjau kondisi Jember pada Mei lalu.
Gelanggang Olahraga PKPSO Kaliwates yang bakal menjadi arena pertandingan juga sudah dipersiapkan dengan baik. “Mereka juga sudah mengecek kondisi,” kata Hendy.
Hendy memerintahkan Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia untuk mempersiapkan fasilitas kesehatan yang memadai untuk peserta. “Tantangannya waktu street parade (parade di jalanan). Jember sedang dilanda El Nino. Namun kemarau di Jember ini kemarau basah, masih mengandung air. Panasnya tidak seperti di daerah lain,” katanya. [wir]






