Surabaya (beritajatim.com) – Saya ketagihan menuntut ilmu. Kalimat itulah yang mendorong Irfan Eko Sandjaja untuk terus bersemangat mengenyam pendidikan hingga dinobatkan sebagai wisudawan tertua di ITS Surabaya.
Irfan kini berusia 58 tahun 2 bulan. Ia bakal diwisuda pada Sabtu (16/9/2023) besok, setelah berhasil menamatkan studi magisternya atau S2 di Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya.
Semangat belajar Irfan di perguruan tinggi itu bermula ketika dirinya kuliah di Fakultas Non Gelar Teknik (FNGT) Teknik Perkapalan ITS pada 1984 silam. Kemudian ia melanjutkan S1 di Teknik Perkapalan ITS pada 1993.
Kemudian ia juga kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. “Semakin banyak ilmu yang didapat, semakin haus rasa ingin tahunya. Saya ketagihan menuntut ilmu,” ungkap Irfan, Jumat (15/9/2023).
Irfan merasa bahwa ilmu yang dimilikinya harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan generasi muda. Ia pun mempelajari teknologi sistem perkapalan, khususnya di laboratorium hidro terkait ketahanan kapal dan propeler.
Ayah tiga anak ini juga mengakui jika dirinya cukup kesulitan untuk mengikuti perkuliahan karena harus tetap bekerja. Faktor usia juga menjadi penghambat untuk menyelesaikan studi magisternya ini.
“Akan tetapi, dukungan dari teman dan keluarga menjadi faktor penting untuk tetap berpegang teguh melanjutkan semangat perguruan tinggi,” tutur wisudawan yang lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,64 tersebut.
Baca Juga: Mahasiswa ITS Gagas Alat Deteksi untuk Lawan Polusi Udara di Manyar Gresik
Di sisi lain, ilmu yang ia pelajari di S2 ini juga sangat nyambung dengan pekerjaannya sebagai periset kapal dan bangunan apung di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam tesisnya, ia mengangkat judul Kajian Modifikasi Distribusi Pitch pada Propeller B6.40 Kapal Mini LNG Carrier Berbasis Metode Numerik.
Usai berhasil mendapatkan gelar magister, Irfan akan mengaplikasikan ilmu itu ke dalam pekerjaannya di bidang perkapalan dan bangunan apung. Ia berharap risetnya juga bisa membantu masyarakat mengembangkan ilmu dan teknologi di bidang perkapalan. [ipl/ted]






