Malang (beritajatim.com) – 6 mahasiswa dari Universitas Ma Chung (UMC) menjemput impian mereka saat dinyatakan lolos transfer kredit ke Da Yeh University Taiwan. Keenam mahasiswa ini menjadi penerima bantuan pemerintah International Credit Transfer Kemendikbud Ristek tahun 2023.
Mereka diberangkatkan ke Taiwan sejak 6 September 2023. Keenam mahasiswa akan berada di Taiwan selama satu semester ke depan. Menurut dengan Mustika Tarra selaku Kepala Sub Bagian Kerjasama dan Urusan Internasional UMC, menjelaskan bahwa nilai belajar yang didapatkan mahasiswa di Taiwan dapat dikonversi dengan SKS di Indonesia.
“Selain itu, semua biaya hidup dan biaya kuliah ditanggung oleh program dari Kemdikbud Ristek. Mahasiswa yang lolos program ini memang mahasiswa berprestasi, kami seleksi khusus untuk mengikuti program transfer internasional ini,” ucap Tarra kepada beritajatim.com, Kamis (14/9/2023).
Mahasiswa diharuskan mengirimkan lamaran, dalam bentuk nilai. Kemudian mereka di tes kemampuan bahasa Inggris, kemudian tes interview. Setelah interview Universitas itu membuat proposal untuk dimasukkan ke program.
Baca Juga: Rehab Gedung DPRD Kabupaten Malang Senilai Rp 2,2 Miliar Disorot Polda Jatim
“UMC lolos dari beberapa puluh Universitas di Indonesia yang mendaftar. Semoga mereka sukses dalam studi mereka di Da Yeh University dan terus menginspirasi banyak mahasiswa lainnya untuk mengikuti jejak mereka,” tegas Tarra.
Dalam wawancara eksklusif, mahasiswa Ma Chung menceritakan harapan mereka tentang kesempatan berharga ini. Salah satunya Aland Christian yang menyatakan rasa bahagianya.
“Kalau ngomongin soal perasaan mendapatkan kesempatan ini sungguh luar biasa, Puji Tuhan, dan sejujurnya masih tidak menyangka belajar di luar negeri dengan beasiswa. Bahkan ketika mengetahui lolos, saya berteriak kencang di rumah,” katanya.
Baca Juga: Ngalap Berkah, MABA IAI Al-Khairat Pamekasan Santuni 20 Anak Yatim
Saat di Taiwan, mereka terdaftar sebagai mahasiswa Departemen Bahasa Inggris. Namun, mata kuliah yang mereka ambil disesuaikan dengan minat masing-masing.
Giovanny Zefanya, salah satu mahasiswa, menjelaskan bahwa kesempatan ini untuk mengembangkan diri di bidang kesukaannya. “Saya mengambil mata kuliah yang berfokus pada bidang bisnis karena itulah minat saya.”

Di samping sisi akademik, 6 mahasiswa ini juga antusias dalam memahami kehidupan dan budaya lokal Taiwan. Rozan Nauval Firoz, misalnya, merasa belajar di Taiwan dapat meningkatkan pemahaman bahasa Mandarin
“Kami ingin memahami cara orang lokal berkomunikasi dan kebudayaan menjalani hidup setiap hari, serta meningkatkan pemahaman bahasa Mandarin. Kami yakin ini akan membantu kami tumbuh sebagai individu yang lebih baik.”
Terkait kehidupan sosial, sampai saat ini, mereka belum memutuskan bergabung dalam komunitas khusus di kampus. Namun, mereka tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial di Da Yeh University kemudian membangun interaksi dengan mahasiswa lokal.
Diva Angelica Cintalian Putri mengaku adanya tantangan yang dihadapi, termasuk perbedaan budaya dan bahasa. Namun, mereka percaya bahwa warga Taiwan baik dan bersedia membantu orang asing.
“Orang di sana baik, yang paling penting adalah berani mencoba dan bertanya. Itu cara terbaik untuk belajar dan tumbuh,” ungkapnya.
Baca Juga: Ditinggal ke Sawah, Toko Sembako di Menganti Gresik Terbakar
Selama studi di Taiwan, mereka berharap dapat membangun banyak hubungan sosial dan profesional. Hanny Natalia Sofian mengatakan keinginannya berkenalan dengan banyak orang di Taiwan.
“Kami juga berharap dapat membangun relasi yang baik sehingga suatu hari mahasiswa Da Yeh University tertarik untuk berkunjung ke Indonesia dan mengunjungi Universitas Ma Chung,” ujar Hanny.
Tidak hanya mengejar kesuksesan akademis, keenam mahasiswa Ma Chung juga berkomitmen untuk menjaga nama baik universitas mereka. Samantha Graciella Ongkowijoyo menyatakan dengan tegas dirinya akan berusaha keras agar tidak mengecewakan nama UMC..
“Hal yang selalu saya pegang adalah kalau minum air jangan lupa sumbernya, seperti slogan UMC. Selama di sini, saya berusaha sangat keras agar tidak mengecewakan nama UMC dengan berperilaku baik dan belajar dengan baik,” tutupnya.
Terakhir, mereka berharap untuk mengisi masa studi mereka di Taiwan dengan banyak pengalaman berharga yang akan membentuk masa depan mereka. Kesempatan ini adalah bukti nyata bahwa ketekunan dan kegigihan mereka dihargai, dan mereka siap mengambil langkah besar menuju masa depan yang lebih baik. (dan/ian)






