Malang (beritajatim.com) – Ide bisnis bisa muncul dari mana saja. Termasuk dalam keadaan terhimpit, siapa sangka, hanya untuk menggugurkan kewajiban dalam menyelesaikan tugas kuliah bisa menjadi bisnis yang bisa berjalan selama lebih dari 12 tahun.
Seperti yang dilakukan oleh Hendi Suryo Leksono.
“Saya bikin Vosco Coffee sejak tahun 2011, saat saya mengerjakan tugas kuliah di Universitas Ma Chung, kebetulan pada saat itu untuk lulus kita bisa memilih jalur diluar jalur skripsi, yaitu jalur business plan,” kata Hendi.
Awalnya, Hendi membantu menjalankan bisnis keluarganya di bidang otomotif. Namun, dari otomotif, kemudian merambah ke kafe, terbaru, ia juga mengembangkan bisnis di bidang pet healthcare bersama rekan-rekan nya dokter hewan proffesional yang diberi nama Okami.
“Jujur, saya belum pernah menemukan formula membangun bisnis yang langsung viral atau happening seperti orang-orang. Saya prefer membangun secara perlahan dan konsisten berbenah”, kata pria kelahiran 1992 ini.
Selama menjalani bisnis, bukan berarti Hendi tak pernah menghadapi tantangan. Bahkan, pada saat pandemi Hendi menutup beberapa cabang bisnisnya.
“Menjalani bisnis memang banyak suka dan dukanya, saya juga pernah beberapa kali gagal, store terpaksa harus tutup karena berbagai macam hal salah satunya sistem manajerial, pandemi, atau bahkan market yang kurang mendukung” imbuh lulusan pascasarjana Institut Asia ini.
Selain itu, ia juga merasa tantangan akibat perubahan zaman juga terjadi, terutama saat menjalani bisnis otomotif. Ini membuatnya harus bersiap untuk adaptasi dengan berbagai perubahan keadaan.
“Saat ini kan sudah ada electronic vehicle juga, jadi kemungkinan sistem servis akan jadi plug n play, peran mekanik sudah akan banyak tergantikan oleh elektronik. Jadi, menurut saya kami harus bersiap dengan keadaan yang berubah nantinya, namun saya yakin peluangnya akan selalu ada,” kata dia.
Meski demikian, Hendi tak menyerah begitu saja. Ia tak berhenti belajar agar bisnisnya berjalan dengan lancar.
“Saya itu orangnya senang belajar. Mungkin tantangan lain yaa adanya gap saya dengan gen z yaa. Saya harus banyak belajar bagaimana memahami trend saat ini hingga 10 tahun mendatang,” lanjut dia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Ke depan, ia merasa masih perlu banyak belajar dan berbagi pengalaman. Utamanya, di bidang bisnis.
“Saya ingin segala experience dan kegagalan yang saya alami, banyak diketahui oleh orang lain, supaya semua kesalahan dan kegagalan saya tidak lagi dilakukan oleh mereka, saya merasa happy melakukan itu,” sambung Hendy.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi kepada anak muda. Salah satunya, dengan mengelola ekspektasi.
“Hidup ini tentang belajar mengelola ekspektasi, kan penyakit itu awalnya yaa dari ekspektasi kita ke semua hal. Lalu kita tidak sedang berlomba dengan siapapun dan apapun karena timelapse kita berbeda, tetap memperbaiki diri sehingga suatu saat usaha dan doa akan kita dikabulkan,” tandas dia. (ted)
=============
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring.
Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






