Gresik (beritajatim.com) – RSUD Ibnu Sina Gresik dalam waktu dekat membangun gedung radioterapi yang menelan anggaran Rp 20 miliar. Pembangunan gedung itu dilakukan karena selama ini pasien kanker yang membutuhkan radioterapi harus dirujuk ke Surabaya.
Saat ini gedung tersebut dalam proses konstruksi. Lokasinya berada di sisi barat daya atau mepet dengan Kantor Bupati Gresik. Pembangunan ini dimaksudkan untuk peningkatan pelayanan masyarakat.
Dirut RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni menuturkan, terkait dengan pembangunan gedung radioterapi itu pihaknya mengajukan pinjaman Rp 20 miliar di dalam perubahan APBD 2023. Pinjaman itu dilakukan lantaran pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun 2023 ini diproyeksi tidak memenuhi target.
“Pembangunan gedung itu membutuhkan anggaran Rp 20 miliar. Namun, setelah dilelang rekanan melakukan penawaran menjadi Rp 17,6 miliar. “Sekarang proses konstruksi sudah mulai berjalan,” tuturnya, Selasa (12/09/2023).
Dari total anggaran tersebut, lanjut Soni, RSUD Ibnu Sina hanya menyiapkan alokasi untuk pembangunan gedung. Sedangkan pengadaan alat kesehatan untuk radioterapi berupa Linac dan CT Simulator akan dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan dari pemerintah pusat sebesar Rp 51 miliar. “Lokasinya di lahan kosong belakang bangunan sekarang,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Pembangunan Gedung Rawat Jalan Terpadu RSUD Ibnu Sina Gresik Ditarget 5 Bulan Tuntas
Saat ini, rumah sakit tipe B ini juga membangun gedung senilai Rp 53,2 miliar. Gedung enam lantai ini lokasinya berada di halaman depan. Nantinya, digunakan untuk gedung rawat jalan terpadu dan diagnostic centre.
Sehingga, seluruh pelayanan rawat jalan yang selama ini terpisah di beberapa gedung bisa menjadi terpusat ketika bangunan tersebut sudah selesai. [dny/suf]






