Surabaya (beritajatim.com) – Institut Teknologi Telkom (ITT) Surabaya mendorong adanya green economy dengan menggandeng Kampung Oase Ondomohen untuk menerapkan teknologi panel surya dan urban farming.
Kegiatan itu merupakan pengabdian masyarakat lanjutan pada 2022 lalu. IT Telkom ingin meningkatkan panel surya yang masih berkapasitas 800WP, untuk membantu kebutuhan masyarakat dalam kesehariannya.
“Termasuk urban farming dan pengelolahan limbah sampah plastik didukung daur ulang yang dapat menghasilkan keterampilan baru seperti produk perabot rumah tangga,” jelas Lora Khaula, Ketua Pengabdian Masyarakat IT Telkom Surabaya, Rabu (6/9/2023).
Lora menyebut ada banyak perkembangan di Kampung Oase Ondomohen. Itu sangat berpotensi menjadi smart kampung. “Jika implementasi teknologi ini berhasil, maka dapat mendukung inovasi kampung binaan Pemkot Surabaya sebagai smart kampung,” katanya.
Sementara Lurah Ketabang Domy Wahyu Nugroho menyampaikan terima kasihnya atas dukungan IT Telkom dalam banyak proyek pengabdiannya yang terus disinergikan dengan Kampung Oase Ondomohen.
“Kami berharap sinergi semacam ini tidak berhenti namun ke depannya akan lebih banyak lagi sehingga lebih banyak kontribusi dan dampak baik yang bisa kita lakukan bersama,” katanya.
Sedangkan Musmulyono, Ketua Kampung Oase Ondomohen menjelaskan bahwa ada dampak ekonomi yang dirasakan secara nyata oleh warga dengan adanya pemanfaatan IPTEK tersebut.
Musmulyono mencontohkan, adanya panel listrik ini sangat membantu masyarakat dalam pembayaran listrik. Jika semula warga harus membayar sekitar Rp 250 ribu, kini cukup mengeluarkan biaya Rp 100 ribu.
“Jadi ini luar biasa sekali manfaatnya. Tidak hanya dari segi pembiayaan namun juga dari pengembangan program urban farming hingga pengembangan UMKM,” ungkap Musmulyono.
BACA JUGA:
Telkom Hadirkan Solusi Digital IndiBiz Untuk Pebisnis Jatim
Sebagai tambahan, data BPS menyebut ada sebanyak 56,7% penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan. Persentase itu diprediksi terus meningkat menjadi 66,6% pada 2035. Perkotaan itu termasuk Surabaya.
Hal itu berdampak pada meningkatnya konsumsi energi yang tinggi serta menambah limbah buangan yang tidak ramah lingkungan. Artinya, Indonesia saat ini perlu dukungan penggunaan energi terbarukan dan daur ulang limbah untuk menuju green economy. [ipl/but]






