Surabaya (beritajatim.com) – Siswa SMK Prapanca 2 Surabaya kini bisa belajar dengan nyaman di gedung sekolahnya sendiri. Mereka sudah tak nebeng lagi di Stikosa-AWS usai segel sekolahnya dibuka oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce.
Raut wajah gembira pun tampak dari puluhan siswa tersebut saat memasuki gerbang sekolah. Seperti Rahma, salah seorang siswi kelas XI ini. Ia mengaku senang karena bisa kembali ke gedung sekolahnya, sehingga bisa belajar dengan fasilitas yang memadai.
“Kalau di tempat yang lain fasilitasnya kurang. Dan sekarang kita sudah kembali ke sekolah sendiri, jadi ya senang. Harapannya semoga jaya kayak SMK Prapanca 2 yang dulu lagi,” ujarnya, Senin (4/9/2023).
Sama halnya dengan Sandi, siswa kelas XII. Ia juga mengaku senang bisa kembali mengikuti proses belajar di sekolahnya. “Terima kasih kepada Bapak Kapolrestabes Surabaya yang sudah membantu kita untuk bisa belajar di sekolah kita sendiri,” ungkapnya.
Sementara Kombes Pol Pasma Royce mengungkapkan bahwa pembukaan segel gedung SMK Prapanca 2 ini dilakukan usai pihaknya menggelar mediasi bersama pihak Soewandi, kepala sekolah lama dan Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT).
Menurutnya, ini sebagai wujud kehadiran Polri sebagai institusi yang bertugas mengayomi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Bahkan, kata dia, mediasi itu digelar sampai tujuh kali hingga akhirnya kedua pihak sepakat untuk berdamai. “Sesuai arahan dan perintah Kapolri, bahwa segala proses hukum yang bisa dilakukan melalui mekanisme restorative justice, maka itu kita selesaikan. Semua pihak sudah menyadari dan melakukan perdamaian,” jelasnya.
Sedangkan Ketua Pengurus Harian YPWJT Imawan Mashuri tak bisa menahan tangis harunya dengan kembali diambilalihnya gedung SMK Prapanca 2 ini. Ia menilai, polisi sudah menunjukkan totalitasnya dan benar-benar melakukan ultimum remidium.
“Itu sesuatu yang dikedepankan oleh kepolisian. Kita menyaksikan ketika peristiwa perdamaian totalitasnya luar biasa. Masyarakat perlu paham adanya perubahan itu. Menurut saya, tidak bisa melihat polisi seperti masa lalu,” tuturnya.
Ia pun mengaku terharu melihat para siswa bisa kembali duduk dengan nyaman di gedung sekolahnya sendiri untuk mengikuti proses pembelajaran.
“Anak-anak yang selama ini tidak bisa sekolah sekarang bisa sekolah dengan baik. Selama ini mereka kami tampung di tempat-tempat tercecer di luar. Hari ini, anda tau semua bagaimana wajah bahagianya anak-anak ini bisa sekolah lagi,” tuturnya
Di kesempatan sama, Kepala Sekolah SMK Prapanca 2 Surabaya Gugus Legowo menyebut jika pihaknya akan segera melakukan berbagai pembenahan mulai dari sarana prasarana hingga perbaikan akademik.
“Secara psikologis kami akan melakukan pengenalan lingkungan, perbaikan akademik dan inventarisir yang ada di sini, karena lama tidak terpakai tentunya banyak yang tidak layak dan sebagainya,” ungkapnya.
Untuk diketahui, SMK Prapanca 2 Surabaya telah terlibat sengketa dengan Soewandi, kepala sekolah yang lama. Akibatnya, para siswa harus mengungsi untuk belajar di Stikosa-AWS dan SMK Prapanca 1.
Soewandi yang sebelumnya sulit ditemui dan sempat menyegel gedung SMK Prapanca 2, kini telah sepakat berdamai usai dimediasi oleh Kapolrestabes bersama pihak YPWJT. Soewandi pun tampak hadir dalam proses pembukaan segel gedung sekolah itu. Bahkan ia terlihat berpelukan dengan Kepala SMK Prapanca 2 yang kini dijabat oleh Gugus Legowo. [ipl/kun]
BACA JUGA: Sepakat Damai, Besok Pagi Segel SMK Prapanca 2 Surabaya Dibuka






