Malang (beritajatim.com) – UIN Malang mengukuhkan guru besar baru, Prof. Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si, CAHRM., CRMP., dalam bidang manajemen sumber daya manusia (SDM). Prof Ilfi dikukuhkan sebagai guru besar dari Fakultas Ekonomi UIN Malang.
Proses pengukuhan berlangsung di Aula Rektorat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang lantai 5 pada Kamis (24/8/2023). Pidato pengukuhannya berjudul ‘Kepemimpinan Islami: Paradigma Baru dalam Menghadapi Era Disrupsi.’
Dalam pidatonya gubes yang juga Wakil Rektor II UIN Malang ini menjelaskan bahwa penulis buku 100 orang berpengaruh di dunia menempatkan nabi Muhammad pada peringkat pertama. Saat mempresentasikan temuannya di London, penulis buku itu dicemooh dengan pertanyaan mengapa Nabi Muhammad peringkat 1. la menjawab karena Nabi Muhammad menyatakan ‘aku adalah nabi dan utusan Allah,’.
Saat itu hanya 4 orang yang percaya, tapi sekarang setelah lebih dari 1400 tahun, pengikutnya muslim seluruh dunia mencapai lebih 1 M orang dan akan terus bertambah, jadi beliau jelas bukan pembohong. Kebohongan tidak mungkin bertahan selama itu dan tidak mampu membohongi 1 miliar orang sedunia, mengubah sejarah, mendorong kebangkitan dan kejatuhan sebuah peradaban.
“Kita bisa belajar dari sejarah kenabian, bukankah Rasulullah diutus dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan, bahkan lebih dahsyat dari disrupsi yang saat ini terjadi. Bagaimana beliau menghadapi kejaran pembesar kafir Quraisy yang siap membunuhnya setiap saat? dan bagaimana pula beliau merubah budaya jahiliyah pada saat itu menjadi budaya yang Islami?,” ujar Prof Ilfi dalam pidatonya.
Nabi Muhammad menghadapi bukan dengan kekerasan tetapi berputar 180 derajat dari kondisi Arab yang sangat keras, yaitu dengan kelembutan dan akhlak al-karimah. Juga mengatur strategi dengan melakukan hijrah untuk membangun masyarakat yang lebih beradab madani.
BACA JUGA:
UIN Malang Terus Berupaya Perkuat Publikasi Ilmiah Internasional
Dari beberapa teori baru dapat diketahui bahwa teori tersebut ada yang menekan aspek profesionalisme tanpa moral, ada yang hanya menekankan aspek moral tanpa profesionalisme, dan ada yang menekankan aspek profesionalisme dan humanisme tetapi tidak menekankan aspek moral.
Paradigma baru dimensi kepemimpinan Islami yang dapat menjawab tantangan era disrupsi meliputi 6 indikator, yaitu pertama spirituality dengan meyakini adanya Tuhan, merasa kehadiran Tuhan, pertanggungjawaban pada Tuhan.
“Kedua, morality dengan menegakkan kebenaran dan keadilan. Ketiga, humanity: ramah, peduli, sabar, perhatian. Keempat, agility: kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan. Kelima, profesionalisme : pengetahuan luas, bertanggung jawab/ akuntabilitas, adil, berani mengambil resiko, transparan,” terang Warek II UIN Malang.
Namun, menurutnya temuan ini masih perlu dikaji secara mendalam. Inilah yang harus dikembangkan untuk peradaban dunia. Jika teori kepemimpinan perilaku lahir dari University of Michigan dan ohio, kepemimpinan spiritual dari Univ. of Arkansas dan st Clara, maka kepemimpinan Islami harus lahir dari Indonesia, dari UIN Malang.
“Ini mimpi dan imajinasi akademik saya untuk mengembangkan dan meneliti lebih jauh tentang peran spiritualitas Islami dalam kepemimpinan. Sekiranya, penelitian ini dilakukan dan dijadikan gerakan akademik dalam kampus kita, saya yakin kita akan dapat menyuguhkan pada dunia Barat suatu counter tesis baru terhadap paradigma lama tentang teori yg mereka yakini selama ini,” katanya mengakhiri.

Rektor UIN Malang, Prof. H. M. Zainuddin, M.A., menghimbau agar seorang Gubes juga harus menjaga kualitas dan komitmen sebagai akademisi yang memiliki jabatan puncak fungsional di Perguruan Tinggi. Terkait dengan masalah ‘kepemimpinan’ ini jika riset dalam al-Qur’an maupun al-Hadis dan juga Tarikh, maka akan dapat ditemukan banyak ayat yang terkait dengan prinsip utama kepemimpinan.
” Inilah saya kira Profesor Ilfi dapat melengkapi dengan kajian-kajian ini. Dalam konteks pengembangan kelembagaan, saat ini UIN Malang sesuai dengan visi nya adalah menjadi PT yang unggul dan bereputasi internasional,” ujar Prof Zain.
BACA JUGA:
Perkuat Jaringan Budaya Global, Humaniora I-Yes UIN Malang Diikuti Peserta 10 Negara
Gubes ini penting untuk ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya. Hari ini UIN Malang sudah memiliki 47 Guru Besar dari yang semula hanya 6 orang saja. Maka tahun 2023 harus sudah bisa nambah lagi, minimal 15-20 lagi. Target ke depan setiap prodi memiliki Guru Besar. Minggu depan akan menyaksikan pengukuhan Guru Besar lagi dari Fakultas FST.
“Terakhir, kami mohon doa kepada para hadirin semua, bahwa kami sedang proses membangun kampus-3 di Batu di atas tanah 120 Ha. dengan biaya kl. 1 triliun atas bantuan dari SFD melalui Pemerintah Indonesia. Semoga tahun 2024 dapat tuntas bangunan dengan desain Basmalah tersebut,” terang Prof Zain mengakhiri. [dan/but]






