Malang (beritajatim.com) – Usai cuti bersama Idul Fitri 1444 H seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengawali hari pertama masuk kerja dengan silaturahmi. Para karyawan UIN Malang tampak berkumpul di ruang lobby gedung Rektorat untuk saling bermaaf-maafan dengan pimpinan.
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA mengucapkan minal aidin wal faizin dan mohon maaf lahir batin kepada seluruh karyana. Saat sambutan ia menghimbau agar bersyukur karena telah berhasil menjalankan ibadah puasa ramadan dengan sehat wal afiat.
“Sebagai muslim yang beriman sudah seharusnya kita mengucap syukur bisa menjalankan ibadah puasa ramadan sebulan penuh dengan keadaan sehat wal afiat. Dan sekarang kita kembali berkumpul di tempat kerja dengan keadaan sehat dan ini patut disyukuri bersama,” ujar Prof Zain, pada Rabu (26/4/2023).
Baca Juga:
Peringatan Nuzulul Qur’an UIN Malang Hadirkan Mantan Menag
Ia berharap agar satu sama lain bisa saling memaafkan. Kedepannya hubungan baik antar sesama perlu terus dijaga sehingga senantiasa diberi keberkahan dalam hidup.
“Alhamdulillah, pada pagi ini secara garis vertikal sudah kembali bersih dan tinggal garis horizontal antara sesama insan saja. Oleh sebab itu, di bulan Syawal ini marilah kita saling memaafkan satu sama lain dan ke depan harus dijaga hubungan baik,” ujar Rektor UIN Malang tersebut.

“Semoga dengan menjalin silaturahmi ini, kita senantiasa dijaga dan diberi keberkahan dalam hidup ini, dan akhirnya di akhir hayat kita dijadikan husnul khatimah,” tegasnya.
Acara tersebut menghadirkan Dr. Sudirman untuk memberikan tausiahnya di hadapan para dosen dan Pegawai UIN Maliki Malang. Pada penjelasannya, ia menyampaikan tentang lima hal yang membuat orang celaka dunia maupun di akhirat.
Baca Juga:
Tim Riset UIN Malang Teliti Moderasi Beragama di Belanda
“Pertama, kerasnya hati yang tak bisa terima pada kebenaran. Lalu yang kedua, keringnya air mati yang tidak mau bertaubat atas dosa yang telah diperbuatnya,” ungkapnya.
Ketiga, kata Dr. Sudirman, sedikit rasa malu yang hal ini sudah sering terjadi. Keempat cinta berlebihan pada dunia sehingga menghalalkan segala cara untuk meraih dunia, hal tersebut tidak membawa keberkahan pada hidup. Terakhir yang kelima selalu berangan ingin panjang umur.
“Akan tetapi, selama hidupnya tidak pernah diisi dengan ibadah. Hal itu tentu saja akan dibenci oleh Allah SWT,” pungkasnya. [dan/beq]






