Sumenep (beritajatim.com) – Warga RT 4 RW 2 Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, menggelar Upacara HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kali atau Sungai Marengan, Kamis (17/8/2023).
Selain warga yang tinggal di bantaran sungai, aparat Pemerintah Desa Pabian juga menjadi peserta dan petugas upacara. Bahkan tak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini upacara juga diikuti pemeluk agama lain. Dalam upacara spesial ini, bertindak sebagai Komandan upacara dari Kodim 0827 Sumenep. Sedangkan Kepala Desa Pabian menjadi inspektur upacara.
Seluruh peserta upacara, baik laki-laki maupun perempuan, tanpa canggung, masuk ke sungai dengan ketinggian air se-paha orang dewasa. Warga di sekitat bantaran sungai mengikuti upacara mengenakan atasan putih kerudung merah, dengan bawahan warna hitam.
Sedangkan aparat Desa Pabian mengenakan baju batik warna merah, seragam khas pegawai di lingkungan Pemkab Sumenep. Sementara untuk peserta upacara pria, mengenakan kaos sakerah. Semua kegiatan dalam upacara ini mulai pengibaran bendera merah putih, hingga pembacaan teks proklamasi, dilakukan di sungai Marengan.
BACA JUGA:
Petani Desa Ronosentanan Ponorogo Gelar Upacara di Tengah Sawah
Kepala Desa Pabian, Zulfikar Ali Mustakim menuturkan, upacara di sungai ini merupakan tradisi warga Pabian setiap memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia. Upacara di sungai ini telah dilakukan sejak 2018.
“Warga yang tinggal di pinggir Kali Marengan ini ingin melestarikan tradisi upacara di sungai. Selain itu, ini juga salah satu wujud warga desa kami menghormati seluruh perjuangan dan pengorbanan para pahlawan merebut kemerdekaan RI,” ujarnya.
Ia menambahkan, upacara di Kali Marengan ini juga ingin memberi pesan dan ajakan kepada warga, untuk selalu menjaga kebersihan sungai. “Selama ini tidak sedikit warga yang beranggapan bahwa sungai merupakan tempat sampah terpanjang. Kami berharap agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan dan Kali Marengan tetap bersih,” ucapnya.

Lebih lanjut Zulfikar mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mensyukuri Kemerdekaan Indonesia, menjaga kerukunan umat beragama, dan memupuk semagat kegotongroyongan.
“Selama kita berada di atmosfer yang sama, menghirup udara yamg sama, kita patut bersyukur hidup di bumi tercinta Indonesia. Dan untuk warga Desa Pabian, mari kita selalu bergandeng tangan, agar Desa Pabian terus maju untuk Indonesia,” tandasnya. [tem/suf]






