Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri (UIN) Malang terus mendorong civitas akademikanya untuk melakukan publikasi ilmiah internasional. Terbaru, UIN Malang menghelat workshop peningkatan publikasi internasional yang diikuti oleh perwakilan dosen dari 7 Fakultas dan Pascasarjana.
Acara ini berlangsung selama dua hari, yaitu Rabu (3/8/2023) dan Kamis (3/8/2023) di Ball Room Hotel Rayz UMM. Dalam pemaparannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum melanjutkan pengabdian untuk seluruh stakeholder.
“Menurut kami yang terpenting saat ini, kita tetap semangat untuk pengabdian kepada masyarakat, universitas kita tercinta, bangsa, dan negara. Karena ini, selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Prof Umi Sumbulah.
Dikatakannya bahwa menulis artikel untuk jurnal internasional menjadi kewajiban untuk dosen dan tenaga pendidik. Dari situ diharapkan dapat mengikuti dengan serius sehingga menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi universitas.
“Hal ini wajib pagi para dosen sekalian, oleh karena itu saya berharap kita bisa mengikuti serius sehingga nanti menghasilkan output yang kita semua bisa petik manfaatnya ,” katanya.
Baca Juga: UIN Malang Beri Pelatihan Ternak Burung Kenari dengan Teknologi Pencahayaan Tanpa Jemur
Sebagai pembicara dihadirkan Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. apt. Abdul Rahman, M.Sci dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Prof. Irwan Tri Nugroho.
Mengawali materi, Prof Abdul Rahman memberi motivasi kepada para peserta workshop agar dalam penulisan jurnal maupun artikel ilmiah. Menurutnya saat menulis dibutuhkan semangat yang kuat dan penuh kecintaan agar keinginannya semakin terwujud.
“Layaknya mencintai pasangan kita, kita harus semangat dan penuh cinta. Begitu juga dengan penulisan jurnal, kita harus semangat dan mencintai tulisan kita agar selalu terikat dengan publikasi artikel ataupun jurnal,” ungkap Guru Besar kelahiran Pati itu.
Ia melanjutkan dengan strategi yang tepat dalam publikasi, salah satunya dengan menentukan jenis jurnal maupun artikel. Dalam hal ini jurnal atau artikel ilmiah biasanya berbentuk catatan teknis, laporan penelitian, prosiding dan jurnal yang dalam penulisannya perlu mengasumsikan pembaca cukup familiar dengan topik yang diambil.
Sementara itu Prof Irwan Tri Nugroho menerangkan bahwa yang mempengaruhi jurnal sebenarnya adalah jumlah sitasi dibagi jumlah dokumen. Oleh sebab itu, pentingnya memilih jurnal yang berafiliasi dan penerbit yang bereputasi agar terhindar dari predator jurnal.
“Perlu memilih jurnal yang bereputasi seperti Elsevier, Springer, Wiley, Taylor and Francis, dan sebagainya, agar kita terhindar dari predator,” terangnya.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Jurnal memiliki ranking yang dibagi menjadi empat kuartil, yaitu jurnal Q1, Q2, Q3, dan Q4. Jurnal kuartil Q1 adalah jurnal dengan reputasi yang paling tinggi diikuti Q2, Q3, dan Q4,
“Artinya, semakin tinggi reputasi jurnal yang dituju semakin tinggi tuntutan kontribusi dan semakin mendalam analisis yang harus dibuat,” katanya.

Setelah pemaparan materi tentang, salah satu peserta menyampaikan antusiasme dengan workshop ini. Ia merasa senang karena dapat memperluas wawasan tentang publikasi internasional.
“Saya sangat tertarik dan senang dengan diadakannya workshop peningkatan publikasi internasional ini. Jadi tahu tips dan strategi publikasi,” kata Dr. Hj. Samsul Susilawati yang merupakan dosen Pascasarjana ini.
Dia berharap semoga kedepan kegiatan publikasi artikel pada jurnal internasional rutin dilakukan. Sebab, untuk meraih peringkat World Class University salah satu upaya yang bisa diandalkan adalah hasil publikasi jurnal yang bereputasi baik.
“Sebaiknya terus dilakukan kegiatan publikasi pada jurnal internasional karena dalam rangka untuk meraih peringkat WCU maka salah satu instrumennya adalah hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal yang bereputasi baik,” katanya dengan raut berharap. (dan/ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”malang”]






