Mojokerto (beritajatim.com) – Limbah akar bambu yang biasanya hanya dimanfaatkan untuk kayu bakar, di tangan Feri Setiawan (48), akar bambu dapat diubah menjadi sebuah topeng wajah manusia yang bernilai seni dan cuan. Kerajinan warga Dusun Kelompok, Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini baru ditekuni tiga bulan lalu.
Dibantu dua orang warga sekitar, setiap harinya ia mampu menghasilkan 10 buah topeng wajah manusia. Topeng wajah manusia ini tidak ada yang sama persis selain karena homemade, juga karena bentuk akar bambu yang tidak sama menghasilkan topeng dengan karakter wajah manusia berbeda setiap kerajinan yang dihasilkan.
Meski baru berjalan tiga bulan, namun permintaan cukup banyak. Sehingga akar bambu yang biasanya ia ambil dari kebun belakang rumah, kini harus dibeli dari warga lainnya. Menyusul Desa Mojogembang memang dikenal sebagai kampung bambu di Kabupaten Mojokerto. Sekitar 60-70 warganya memanfaatkan bambu untuk mata pencaharian.
Bambu-bambu yang ditanam di masing-masing rumah warga tersebut dibuat kerajinan bayang (ranjang) bambu. Bapak dua anak ini membeli akar bambu milik warga dengan harga Rp5 ribu untuk satu buah akar bambu. Selain dibuat topeng wajah manusia, akar bambu tersebut juga dibuat untuk asbak (tempat pembuangan abu rokok dan puntung rokok).
“Kursi dari setahun yang lalu, yang bahannya dari bambu. Teman-teman di sini kan buat bayang semua makanya kita buat inovasi baru, buat kursi. Awalnya saya sama dengan warga lain, hasilnya minim karena banyak yang membuat dan membuat bayang bambu tapi proses pembuatan bikin bosen,” ungkapnya, Senin (31/7/2023).
“Pemasaran, kita mainnya ke kota besar seperti Surabaya dan Sidoarjo. Iya dari pembuatan bayang ke kursi sudah ada peningkatan penghasilan. Kenapa akhirnya berinovasi ke topeng? Karena unik, jiwa saya kan seni. Saya juga pelukis. Karena kadang-kadang bikin kursi itu juga jenuh, sehingga kita cari inovasi baru yang lebih menantang jadi lari ke akar bambu,” katanya.
Baca Juga: Diggo Faiz Ramadhani dan Dina Eka Putri Gus Yuk Kota Mojokerto 2023
Ia mengaku baru mulai kerajinan dari akar bambu sejak tiga bulan lalu. Menurutnya, tidak ada pelatihan atau semacamnya semua dilakukan dengan spontan dan hasilnya sesuai yang diharapkan. Saat ini ia menambah mesin untuk pemotongan sehingga bisa mempercepat produksi topeng wajah manusia dari akar bambu.
“Ngawur aja, kita buat sesuai dengan karakter bambunya ternyata jadi sesuatu yang cantik. Jadi kita terus berinovasi dan mencoba menambah mesin untuk mempercepat proses produksi. Iya dibantu dua orang tapi sementara ini serabutan jadi tidak ada yang khusus untuk ini, khusus ini. Semua bisa mengerjakan,” tuturnya.
Setiawan Brungki menjelaskan akar bambu yang sudah dipotong dibuang bagian ranting kecil dan disisakan beberapa untuk bagian jenggot atau rambut. Kemudian dipahat menyesuaikan karakter akar bambu tersebut dan dibentuk mirip wajah manusia, ada mata, hidung, mulut bahkan menampakkan gigi lengkap dengan cerutu.
“Langsung jadi yang menentukan bentuk dari akar bambunya sendiri. Dibuat sama bisa tapi harus menyamakan bentuk akar bambunya. Untuk limbah akar bambu yang kecil bisa dibuat selain wajah, seperti asbak. Selain topeng dan asbak, saya juga buat kentongan dan bentuk lainnya. Harganya di lihat dari tingkat kesulitannya,” lanjutnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”mojokerto”]
Untuk harga topeng mulai harga Rp100 ribu sampai Rp300 ribu, asbak mulai Rp50 ribu sampai Rp150 ribu. Selain menjual melalui online di media sosial (medsos), Setiawan Brungki mengenalkan kerajinan akar bambu buatannya dititipkan ke sejumlan tempat wisata. Sehingga ia saat ini mulai kuwalahan memenuhi pesanan dengan dua karyawan.
“Iya kita kuwalahan untuk mencari akar bambunya jadi kita membeli dari warga yang menjual akar bambu. Satu akar bambu Rp5 ribu. Data IKM di Dusun Kelompok saja ada 60 sampai 70 orang yang menjadi pengrajin bayang bambu jadi untuk limbah akar bambunya cukup banyak. Dusun lain, masih satu desa juga ada pengrajin bayang bambu tapi yang paling banyak di sini,” tegasnya.
Ia mengaku saat ini tenggah menyelesaikan kerajinan akar bambu untuk diikutkan dalam stand UMKM di event tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Majafest 2023 di Lapangan Kawiryan Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto pada 3-5 Agustus 2023 besok. [tin/ted]







