Gresik (beritajatim.com) – Petani di Indonesia diedukasi memanfaatkan pupuk non subsidi untuk meningkatkan hasil produktivitasnya. Langkah ini diambil karena terbatasnya slot penggunaan pupuk bersubsidi.
Terkait dengan itu, produsen pupuk regional yang berbasis di Jawa Timur. Yakni Petrokimia Gresik meluncurkan dua produk pupuk komersial (non subsidi) NPK Phonska Cair, dan NPK Tebu Kebomas Petro Cane.
“Dua pupuk yang kami pasarkan itu merupakan hasil inovasi untuk mendukung produktivitas, dan kesejahteraan petani,” ujar Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo, Rabu (26/7/2023).
Baca Juga: Universitas Brawijaya Akui Ratusan Calon Mahasiswa Baru Mengundurkan Diri
Ia menjelaskan berdasarkan hasil uji efektivitas pupuk ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian sebesar 19% dan pendapatan 30,36%. Begitu juga dengan Petro Cane yang mampu meningkatkan produktivitas 11,6% serta pendapatan 16%.
Dwi Satryo menambahkan, saat ini pihaknya terus mengedukasi petani Indonesia tidak hanya mengandalkan pupuk bersubsidi yang jumlah alokasi dan komoditasnya semakin dibatasi.
“Ini bisa menjadi bukti jika penggunaan pupuk nonsubsidi mampu meningkatkan pendapatan,” imbuhnya.
Seperti diketahui, pupuk NPK Phonska Cair merupakan pupuk majemuk yang dikemas dalam bentuk cair. Sehingga, lebih mudah dan efektif dalam pengaplikasiannya.
Baca Juga: Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Segera Jalani Sidang Kasus Gratifikasi Rp 15 Miliar
Sementara untuk Pupuk NPK Tebu Kebomas Petro Cane, adalah pupuk NPK khusus tanaman tebu dengan kandungan NPK 15-10-15 yang sesuai dengan kebutuhan tanaman tebu. Pupuk ini juga diperkaya unsur hara makro sekunder dan mikro lengkap untuk pertumbuhan tanaman tebu.
“Kedua produk itu diharapkan dapat membantu petani serta pertanian Indonesia dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” pungkas Dwi Satryo Annurogo. (dny/ian)






