Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto meminta pelaku budidaya tembakau di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bisa beradaptasi dengan kondisi anomali alam. Dengan demikian, mereka siap dengan kondisi terburuk akibat anomali tersebut.
“Kemarin kita ada sedikit ujian dari gusti Allah, diberikan hujan agak lebat sedikit sehingga kita pusing. Terjadilah ‘kolam susu’,” kata Hendy, ditulis Senin (24/7/2023).
‘Kolam susu’ yang dimaksud adalah banjir yang menenggelamkan ribuan hektare lahan tembakau di daerah Jember selatan, terutama Kecamatan Ambulu dan Wuluhan. Petani mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
Hendy terenyuh melihat kondisi tersebut. Namun dia juga berharap kejadian itu memotivasi semua pelaku bisnis tembakau untuk terus berinovasi. “Ini tantangan untuk menemukan cara agar bila hujan berturut-turut, tembakau tetap bisa eksis dan tumbuh terus,” katanya.
Pemkab Jember akan mengevaluasi peristiwa banjir tersebut. “Kami akan cek lagi pintu air dan kedalaman saluran, kerja sama antara petani tembakau dan Dinas TPHP (Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan), serta rutinitas diskusi tentang kondisi wilayah masing-masing,” kata Hendy.
Pintu air dan saluran air akan diperbaiki. “Tapi petani juga harus konsisten ikut memperbaiki saluran, sehingga tidak dangkal,” kata Hendy.
“Jadi bila ada cuaca ekstrem seperti kemarin, ada sebuah teknologi sederhana yang bisa lakukan sehingga tidak menjadi ‘kolam susus’. Ke depan harus ada strategi lebih konkret dari Pemkab Jember maupun sinergi dengan para petani,” kata Hendy.
“Ini kejadian alam yang bisa kita sikapi bersama. Alam ini dulunya tidak seperti itu, kok sekarang seperti ini. Tentunya seiring sejalan kemajuan teknologi di bidang tembakau, kita tak boleh lengah,” kata Hendy.
Sesuai logo resmi daun tembakau, Pemerintah Kabupaten Jember mendukung kegiatan budidaya tembakau. “Pemkab Jember mendukung sarana dan prasarana, sehingga kontinuitas produksi tembakau semakin tahun bisa semakin baik dan bisa diharapkan kontribusinya,” kata Hendy
Selain produk rokok dan cerutu, Hendy berharap tembakau memiliki produk turunan lain. “Belum ada inovasi tembakau untuk kebutuhan lain, seperti obat-obatan. Bermacam-macam bisa dilakukan kalau berinovasi,” katanya.
Hendy ingin Festival Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) yang digelar pada 1 – 31 Juli 2023 menjadi momentum inovasi. JKCI adalah festival yang digagas Febrian Ananta Kahar, seorang pebisnis tembakau. [wir]






