Surabaya (beritajatim.com) – ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya kembali mengukuhkan 5 guru besar. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat keunggulan kampus dalam melakukan penelitian.
Rektor ITS Prof Mochamad Ashari menyebut jumlah profesor di ITS akan terus bertambah dan semakin produktif dalam menghasilkan publikasi ilmiah. “Dengan bertambahnya jumlah profesor ini, maka bertambah pula mesin penggerak yang akan memajukan ITS ke depannya,” katanya, Kamis (20/7/2023).
Kemendikbudristek RI mencatat, persebaran jumlah profesor terbanyak di Indonesia ada di Jawa Timur. Salah satunya di ITS yang memiliki nilai produktivitas paling tinggi yakni 1,3 persen. “Meskipun ITS jumlah penelitinya paling kecil, tapi jumlah publikasi ilmiahnya melebihi jumlah dosen dan penelitinya,” ungkap Ashari.
BACA JUGA:
Guru Besar ITS Berhasil Inovasikan Biomassa Jadi Komponen Sel Surya
Sementara Ketua Dewan Profesor ITS Prof Imam Robandi berharap bertambahnya jumlah profesor di ITS ini turut diiringi dengan bertambahnya produktivitas karya. Ia juga berharap dengan bergabungnya profesor baru dalam Dewan Profesor ITS ini dapat membawa kiprah ITS lebih tinggi lagi.
Prosesi pengukuhan diawali oleh Prof Daniel Oranova Siahaan yang dikukuhkan dalam bidang ilmu analisis. Ia menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul Teknik, Tantangan, dan Peluang dalam Analisis Artefak Rekayasa Perangkat Lunak.
“Penelitian ini mengembangkan metode untuk mengekstraksi user story dari software berupa berita di media online,” ungkap dosen Departemen Teknik Informatika ITS itu.
BACA JUGA:
ITS Surabaya Buka Prodi Rekayasa Kecerdasan Artifisial dan Rekayasa Perangkat Lunak
Sementara itu, Prof Ahmad Rusdiansyah, Guru Besar Bidang Ilmu Transportasi dan Distribusi Logistik membawakan orasi ilmiahnya bertopik Transportasi dan Distribusi Logistik: Pengembangan Model, Algoritma, dan Aplikasi Komputer.
Lewat penelitiannya, ia mengembangkan algoritma untuk menyelesaikan tantangan di bidang logistik. Kemudian dibentuk desain aplikasi komputer yang disesuaikan dengan algoritma yang digunakan. “Penelitian di bidang logistik perlu dilakukan hilirisasi untuk menghasilkan produk inovasi di dunia usaha dan industri,” tuturnya.
Selanjutnya, Prof Mahendrawathi memaparkan orasi ilmiahnya berjudul Manajemen Proses Bisnis Berbasis Konteks di Era Transformasi Digital. Melalui topik tersebut, dosen dari Departemen Sistem Informasi ini berfokus pada manajemen proses bisnis pada organisasi. “Dengan mengaplikasikan konsep manajemen proses bisnis berbasis teknologi dapat membantu organisasi mencapai kinerja terbaiknya,” terangnya.
BACA JUGA:
Tim Antasena ITS Siap Ukir Prestasi di Ajang SEM Asia 2023
Berikutnya, Prof Nanik Suciati menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul Visi Komputer: Teknik, Peran, dan Tantangan dalam Menganalisis Informasi Visual. Penelitiannya menjadi bentuk kemajuan kemampuan analisis informasi Artificial Intelligent (AI) dapat bekerja lebih baik dengan pendalaman visi komputer. “Dengan berkembangnya visi komputer dapat menghasilkan AI yang lebih akurat dalam pekerjaannya,” jelasnya.
Sedangkan Prof Subchan, berinovasi terkait kegunaan drone untuk mengidentifikasi adanya bahaya di suatu wilayah. “Dengan sistem ini diharapkan akan meningkatkan efisiensi energi dan memudahkan komunikasi serta koordinasi,” ungkapnya. [ipl/suf]






