Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menegaskan alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur adalah anugerah dari Tuhan. Ia mempersilakan alun-alun dijadikan pusat kegiatan untuk menggerakan perekonomian mikro kecil dan menengah.
“Alun-alun ini punya karomah. Alun-alun Jember mempunyai daya kekuatan anugerah dari Gusti Allah. Di situ berdiri megah Masjid Al Baitul Amien yang selama lima waktu berdoa kepada Allah SWT. Di depan Masjid Al Baitul Amien ada alun-alun,” kata Hendy, saat penutupan pameran barang antik dan pusaka, di alun-alun Minggu (16/7/2023) malam.
Saat ini alun-alun dipenuhi ratusan pedagang kaki lima dan pelaku UMKM. “Kok seperti pasar alun-alun sekarang? Iya, memang seperti pasar. Kita kemarin masih pandemi Covid. Kita butuh makan. Saya bisa saja (melarang) jangan di alun-alun. Biar mulus alun-alunnya. Bisa. Tapi di mana keanugerahan tadi?” kata Hendy.
Hendy memprioritaskan penguatan ekonomi masyarakat lebih dulu. “Setelah itu Jember baru kita tata lebih rapi lagi, supaya lebih tertata kembali. Saat ini kita perlu Jember kuat ekonominya. Kita perlu bisa mandiri di Jember. Sudah saatnya kita berdiri di atas kaki kita sendiri,” katanya.
“Kalau kita ngomong di bidang pertanian, kami sudah canangkan Jember Wes Wayahe Mandiri Pupuk, Wes Wayahe Jember Mandiri Pangan. Ini bukan slogan semata, supaya Anda semua bisa mencari uang di Jember. Tidak sampai kelaparan dan kita menekan angka kemiskinan di Kabupaten Jember,” kata Hendy.
Sebelumnya dalam beberapa kali kesempatan, Hendy menegaskan keinginannya untuk menata UMKM dan PKL di Alun-alun semakin besar, setelah melihat besarnya potensi mereka untuk menggerakkan perekonomian.
“Kami akan siapkan gerobak-gerobak khusus. Semua memakai seragam yang bagus dan bertanggung jawab terhadap kebersihan. Tidak boleh lagi ada tenda-tenda biru di Alun-alun. Ini sudah mulai semi modern untuk UMKM dan PKL di alun-alun nanti,” kata Bupati Hendy beberapa waktu lalu.
Para PKL dan UMKM nantinya harus bergerak berkeliling alun-alun dan proaktif menawarkan dagangan kepada warga. “Mobile, tidak stuck menunggu. Gerobaknya akan kami penuhi,” kata Hendy. [wir]






