Ponorogo (beritajatim.com) – Pemilik rumah kontrakan berdarah, Nardi sudah dibawa ke Ngawi oleh polisi. Warga Dusun Jatisari Desa Semanding Kecamatan Jenangan itu, ditunjukkan karpet pembungkus mayat yang ditemukan oleh warga beberapa waktu lalu di bawah jalan tol di Ngawi.
Apakah karpet itu sama dengan karpetnya yang hilang, pasca penghuni kontrakannya menghilang pada hari Sabtu (24/6) lalu. Dimana saat menghilang penghuninya, rumah kontrakan itu ditemukan bercak darah di beberapa sudut di dalam rumah.
“Setelah melihat karpet itu, pemilik rumah kontrakan menerangkan bahwa karpet itu identik dengan karpetnya yang hilang,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudi Kurnia, Senin (03/07/2023).
Meskipun karpet yang hilang dengan pembungkus mayat sudah identik, namun polisi Satreskrim Polres Ponorogo belum gegabah untuk menyatakan bahwa mayat ditemukan di Ngawi itu merupakan korban pembunuhan yang terjadi di rumah kontrakan di Ponorogo. Korps dari Bhayangkara itu, akan melakukan pembuktian secara ilmiah. Oleh sebab itu, pihaknya saat ini telah intens melakukan koordinasi dengan tim laboratorium forensik Polda Jatim. Akan dilakukan pencocokan dari sampel DNA di tubuh mayat yang ditemukan di Ngawi, dengan bercak darah yang menempel di beberapa sudah di dalam rumah kontrakan.
“Meski karpet itu sudah identik, namun kita akan melakukan pembuktian secara ilmiah. Sampel untuk tes DNA sudah kita kirim ke laboratorium forensik Polda Jatim dan saat ini masih berproses. Kita masih menunggu hasilnya,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, Satreskrim Polres Ponorogo kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kontrakan berdarah pada hari Kamis (29/6) lalu. Hal tersebut menyusul adanya menemuan mayat dibungkus karpet di Ngawi. Sejumlah barang dibawa dari dalam rumah kontrakan berdarah itu. Yakni pintu kamar dan ubin yang ada bercak darahnya. (end/kun)






