Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 93 warga Kabupaten Blitar terjangkit penyakit demam berdarah. Data tersebut diperoleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dari sejumlah puskesmas dan rumah sakit sejak Januari hingga Akhir Maret 2023 ini.
Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, mayoritas warga terserang penyakit demam berdarah ini berusia 5 hingga 14 tahun. Meski demikian tidak ada laporan kematian akibat penyakit demam berdarah.
“Total ada 93 warga yang terjangkit penyakit DBD selama 3 bulan terakhir ini, mayoritas yang terjangkit adalah berusia 5 hingga 14 tahun,” kata Subko Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi, Kamis (30/3/2023).
Peningkatan jumlah kasus demam berdarah ini sejalan dengan terjadinya cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Blitar. Tingginya curah hujan yang terjadi membuat banyaknya genangan di lingkungan masyarakat Kabupaten Blitar.
Baca Juga:
Berita Populer: Persiapan Blitar Selatan hingga Perempuan Diterjang Kereta Api
Sehingga nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak dengan cepat di lingkungan warga. Dengan kondisi seperti itu maka kemungkinan terjangkit penyakit DBD pada masyarakat juga semakin tinggi.
“Tingginya curah hujan mendorong terjadi peningkatan kasus, pasalnya saat hujan banyak genangan dan di situ akan jadi tumbuhnya nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab DBD,” imbuhnya.
Adapun wilayah di kabupaten Blitar yang memiliki jumlah kasus demam berdarah terbanyak adalah Kecamatan Kanigoro, Kecamatan Garum, Kecamatan Sutojayan, dan Kecamatan Talun serta Kademangan. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan menjadi penyebab tingginya kasus DBD terjadi di wilayah tersebut.
Saat ini warga yang terjangkit DBD sebagian besar telah sembuh dan diizinkan pulang. Namun ada pula yang masih menjali perawatan di rumah sakit terdekat seperti di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.
Baca Juga:
Masjid Ar-Rahman Blitar Sediakan 1000 Porsi Makanan Buka Puasa dan Sahur
“Ada beberapa daerah yang memang banyak memiliki kasus DBD, kurangnya kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan menjadi penyebab utama,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun mengimbau agar seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah. Masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan demi mencegah meluasnya penyakit demam berdarah.
Dinas kesehatan kabupaten Blitar juga meminta agar masyarakat rutin melakukan pembersihan di sejumlah genangan air yang ada di lingkungannya. Hal itu untuk mencegah tumbuhnya jentik-jentik penyakit Aedes Aegypti yang menjadi penyebab DBD. [owi/beq]






