Probolinggo (beritajatim.com) – Sepanjang tahun 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo mencatat sebanyak 92 pasien terdiagnosis HIV/AIDS yang saat ini berstatus dalam pengobatan aktif. Angka ini menjadi catatan penting bagi upaya pengendalian penyakit menular di wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Kota Probolinggo, dr. Nurul Hasanah Hidayati, M.Kes., atau yang akrab disapa dr. Ida, mengonfirmasi bahwa para pasien tersebut secara rutin mengakses pengobatan di fasilitas kesehatan. “Di tahun 2024 kami mencatat ada 92 pasien dengan status pengobatan aktif,” ungkap dr. Ida, Selasa (15/4/2025).
Pasien HIV/AIDS di Kota Probolinggo menjalani terapi antiretroviral (ARV) yang difasilitasi melalui Poli Khusus di Puskesmas dan rumah sakit rujukan. Meski tidak menyembuhkan, obat ARV membantu menekan jumlah virus dalam tubuh pasien, sehingga mereka dapat hidup lebih sehat dan produktif.
“Obat ini sangat penting untuk menekan jumlah virus dalam tubuh. Tujuannya agar pasien bisa tetap sehat dan tidak menularkan virus ke orang lain,” terang dr. Ida.
Lebih lanjut, dr. Ida menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan sebagai strategi utama dalam pencegahan penyebaran HIV/AIDS. “Mencegah akan lebih baik daripada mengobati. Maka kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tahu cara penularan dan pencegahannya,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa HIV dapat menular melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik tidak steril (termasuk pada kasus narkoba suntik), dan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya. Oleh sebab itu, pemahaman masyarakat terhadap bahaya dan cara penularan virus ini sangat penting untuk ditegakkan secara terus menerus.
Dengan jumlah pasien yang masih aktif dalam pengobatan, Dinkes berharap dukungan dari semua pihak untuk memperkuat langkah promotif dan preventif. Sosialisasi dan edukasi publik diharapkan mampu menekan angka kasus baru dan membantu pasien tetap patuh dalam pengobatan. [ada/beq]






