Pasuruan (beritajatim.com) – Achmad Fauzi (22) harus mengiklaskan satu ekor sapi miliknya meninggal setelah ditemukan dipinggir sungai. Diduga, sapi yang miliknya tersebut telah dicuri oleh orang tak dikenal.
Hal ini dibuktikan dengan adanya barang bukti potongan tali di sekitar sapi yang meninggal. Tak jauh dari tempat sapi yang meninggal terdapat satu ekor sapi yang diikat di pohon pinggir sungai.
“Kejadiannya itu pada Kamis (12/1/2023) sekitar pukul 05.00 WIB setelah korban memeriksa kandangnya. Letak kandang korban juga tak jauh dari rumahnya, sekitar 50 meter yakni tepatnya di Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan,” kata Kapolsek Nongkojajar, AKP Kusmani, Jumat (13/1/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pencurian-sapi”]
Kusmani menambahkan bahwa mulanya korban hendak menjalankan runitas hariannya pada pagi hari, yakni memerah susu. Namun saat sampai dikandangnya, Fauzi melihat dua ekor sapinya telah hilang.
Mengetahui hal tersebut dirinya meminta tolong kepada warga untuk mencari sapi yang hilang. Setelah dicari, sapi tersebut berada sekitar 300 meter dari kandang, namun satu ekor sapi meninggal dunia dan yang satunya masih hidup.
Korban langsung membawa kembali sapi yang masih hidup untuk diikat didalam kandang. Sedangkan pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki pelaku pencurian sapi yang mengakibatkan kerugian Rp 34 juta.
“Diperkirakan pelaku dalam kondisi terluka, mungkin patah kaki atau tangan karena di sekitar TKP terdapat banyak darah. Kami juga meminta warga membuat grup pesan singkat untuk memberikan informasi,” sambungnya.
Tak hanya itu, Kapolsek Nongkojajar juga telah berkomunikasi dengan Kepala Dusun dan Kepala Desa untuk kembali menggalakkan pos kamling dan jaga malam. (ada/kun)






