Surabaya (beritajatim.com) – Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang gugur meninggal dunia demi membela bangsa dan negara. Mereka yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan, seperti berprestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa RI juga disebut sebagai pahlawan.
Dari banyaknya Pahlawan Nasional yang yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, masih banyak yang belum dikenali masyarakat Indonesia secara umum. Ada kurang lebih 168 tokoh yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Jumlah ini belum termasuk apabila ada gelar Pahlawan Nasional baru yang diberikan oleh presiden.
Agar lebih dekat lagi dengan figur Pahlawan Nasional, berikut ini 9 daftar Pahlawan Nasional yang jarang dikenal oleh masyarakat luas.
1. H Abdurrahman Baswedan
H. Abdurrahman Baswedan atau populer dengan nama A.R. Baswedan adalah tokoh keturunan Arab yang berjuang untuk kemerdekaan RI. Kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini, semasa hidupnya dikenal sebagai seorang nasionalis, jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, muballigh, dan juga sastrawan Indonesia.
Ia menggalang para pemuda keturunan Arab untuk mengikrarkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab di Semarang setelah mendirikan Persatoean Arab Indonesia (PAI). Beliau juga berperan penting dalam meyakinkan Mesir untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.
2. Roehana Koeddoes
Roehana Koeddoes adalah wartawati pertama Indonesia, yang menjadi simbol kesetaraan gender dan kebebasan berekspresi. Pada 1911, ia mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia di Koto Gadang. Roehana juga aktif menulis di surat kabar perempuan, Poetri Hindia. Hingga mendirikan surat kabar bernama Sunting Melayu, salah satu surat kabar perempuan pertama di Indonesia.
Roehana lahir di Kabupaten Agam pada 20 Desember 1884, dari pasangan Mohamad Rasjad Maharadha Soetan dan Kiam. Serta kakak tiri dari Perdana Menteri Indonesia yang pertama Soetan Sjahrir, bibi dari penyair terkenal Chairil Anwar, dan sepupu H. Agus Salim.
3. John Lie Tjeng Tjoan
Laksamana Muda TNI John Lie atau yang juga dikenal sebagai Jahja Daniel Dharma adalah salah seorang perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dari etnis Tionghoa.
Beliau merupakan tokoh penyelamat Indonesia dengan aksi heroiknya membantu menyelundupkan senjata yang diperlukan dalam perjuangan Revolusi Nasional. Berdasarkan kesaksian Jenderal Besar TNI AH Nasution pada 1988, prestasi John Lie tiada taranya di Angkatan Laut karena dia adalah panglima armada (TNI AL) pada puncak-puncak krisis eksistensi Republik Indonesia.
4. Andi Abdullah Bau Massepe
Letnan Jenderal TRI Andi Abdullah Bau Massepe adalah seorang pejuang heroik dari daerah Sulawesi Selatan sekaligus seorang bangsawan bugis. Beliau merupakan Panglima pertama TRI Divisi Hasanuddin dengan pangkat Letnan Jendral, serta pernah menjadi anggota Organisasi Politik Sumber Daya Rakyat (Sudara).
Pada September 1945, Massepe dan rekan-rekannya turut terlibat dalam menghadapi Indonesia Merdeka di Pare-Pare.
5. Opu Daeng Risadju
Opu Daeng Risadju adalah pejuang wanita asal Sulawesi Selatan. Beliau memiliki nama kecil Famajjah, sedangkan Opu Daeng Risaju itu sendiri merupakan gelar kebangsawanan Kerajaan Luwu yang disematkan pada Famajjah sebagai anggota keluarga bangsawan Luwu.
Opu merupakan ketua Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) di Palopo, beliau menantang pendudukan Jepang dan Belanda.
6. Maria Walanda Maramis
Maria Josephine Catherine Maramis, atau yang lebih dikenal sebagai Maria Walanda Maramis, adalah seorang pejuang Hak Perempuan asal Minahasa Utara. Beliau adalah seorang guru yang memperjuangkan wanita agar bisa memilih wakil di Minahasa Raad, Badan Wakil Minahasa.
7. Alimin
Alimin bin Prawirodirdjo adalah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia serta tokoh komunis Indonesia. Pada 1964, Alimin ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Soekarno.
8. Pong Tiku
Pong Tiku yang dikenal di antara sekutu Bugisnya sebagai Ne’ Baso, adalah seorang pemimpin Toraja. Beliau adalah seorang pejuang gerilya yang beroperasi di Sulawesi bagian selatan melawan Belanda.
9. Yusuf Al-makassari
Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makasari Al-Bantani adalah salah seorang pendakwah asal Goa Sulawesi Selatan. Beliau juga adalah seorang mufti kesulitan Banten. Setelah Sultan Ageng dikalahkan Belanda, Syekh Yusuf dibuang ke Sri Lanka lalu ke Afrika Selatan.
Itulah sembilan daftar Pahlawan Nasional Indonesia yang jarang dikenal masyarakat luas. Pahlawan Nasional dikenang untuk menjadi teladan bagi generasi sekarang. (Kai/ian)






