Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya pelarian Daniel Sakti Kusuma Wijaya alias Lete berakhir di selatan Padepokan Setia Hati Terate, tepatnya di Jalan Raya Ponorogo–Pacitan wilayah Krandegan, Kelurahan Kepatihan, Rabu (4/3/2026) malam. Tersangka ditangkap saat mampir membeli makan usai sembilan bulan berstatus buron.
Saat diamankan, Lete datang mengendarai sepeda motor dan berboncengan dengan saudaranya. Penangkapan dilakukan setelah tim Kejaksaan Negeri Ponorogo menerima laporan masyarakat terkait keberadaan tersangka di lokasi tersebut.
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Ponorogo I Komang Ugra Jagiwirata mengungkapkan informasi warga langsung ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan. Setelah identitas target dipastikan, tim Pidana Khusus bergerak cepat melakukan penangkapan.
“Tim Kejari berhasil menangkap berdasarkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan yang bersangkutan. Penangkapan dilakukan saat tersangka hendak membeli makan di Jalan Ponorogo-Pacitan, selatan padepokan PSHT,” ungkapnya.
Selama sembilan bulan dalam pelarian, tersangka diketahui berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat. Ia sempat berada di Nganjuk, Kertosono, hingga Surabaya sebelum akhirnya kembali ke Ponorogo. Mobilitas tersebut sempat menyulitkan proses pencarian dan pelacakan oleh tim kejaksaan.
“Saat dilakukan pencarian, tersangka berpindah-pindah, mulai Nganjuk, Kertosono, Surabaya, hingga akhirnya ditangkap di Ponorogo,” tambah Ugra.
Dalam proses penangkapan, sempat terjadi sedikit perlawanan dari tersangka yang menyebabkan senggolan di bagian bahu salah satu pejabat penyidik. Meski demikian, situasi tetap terkendali dan tim dalam kondisi aman.
“Ada perlawanan sedikit, senggolan di bagian bahu dengan Kasi Pidsus, namun tim aman dan baik-baik saja,” pungkasnya.
Usai diamankan, tersangka langsung digiring ke kantor kejaksaan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sebelum resmi dititipkan ke rumah tahanan guna proses hukum berikutnya. [end/beq]






