Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Bina Marga telah bergerak cepat menyikapi maraknya aksi bunuh diri atau dikenal dengan fenomena ‘mawar hitam’ di Jembatan Kembar Cangar, Kota Batu. Pemasangan pagar pengaman permanen yang mulai dikerjakan sejak Juni 2026 kini telah selesai.
“Hal ini sebagai langkah proteksi ekstra di lokasi tersebut,” kata Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPU Bina Marga Jatim, Ahmad Faathir Wicaksono kepada beritajatim.com di kantornya, Rabu (15/7/2026).

Dia menjelaskan, sejak Mei 2026 tim telah merampungkan perencanaan teknis dan perhitungan anggaran. Setelah persiapan perencanaan selesai, pihaknya masuk tahap mini kompetisi pada Mei, dan target pengerjaan fisik dimulai Juni 2026. “Fokusnya adalah pemasangan pagar di Jembatan Cangar 1 dan Cangar 2,. Kedua jembatan kini sudah terpagar semua,” ujarnya.
Secara teknis, pagar menggunakan konstruksi rangka berbahan BRC dan wiremesh dengan ketinggian mencapai rata-rata 2,45 meter dengan panjang 271 meter. Langkah ini diharapkan mampu menutup celah potensi aksi nekat pengguna jalan di area tersebut.
[irp posts=”1528240″ ]
DPU Bina Marga Jatim tidak hanya berencana memasang pagar, namun juga meningkatkan pencahayaan di kawasan Jembatan Kembar Cangar guna meminimalisir potensi kejadian yang tidak diinginkan.
Selain pagar setinggi tiga per empat jembatan, Dinas PU Bina Marga juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim untuk pengadaan lampu penerangan jalan. Mengingat minimnya akses listrik di lokasi, opsi lampu tenaga surya (solar cell) menjadi solusi yang dipertimbangkan.
”Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Setiap kejadian menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan keamanan infrastruktur,” tegasnya.
Sebagai antisipasi awal sebelum pekerjaan pembangunan fisik selesai, sejumlah spanduk dan banner imbauan telah dipasang lebih dahulu di bibir jembatan sebagai pengingat bagi para pengguna jalan agar lebih waspada. (tok/aje)






