Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak delapan calon jemaah haji asal Kabupaten Blitar terlambat berangkat. Penyebabnya, mereka sedang sakit, bahkan satu di antaranya sedang dirawat di Rumah Sakit.
Usai dirawat di RS, 7 calon haji asal Kabupaten Blitar akhirnya sembuh. Ketujuh calon haji tersebut pun kini telah kembali ke Asrama Haji Surabaya.
Meski begitu, para calon haji tersebut masih harus menunggu kloter berikutnya.
“Alhamdulillah sampai hari ini dari jemaah yang dirawat di RS tinggal satu yang dirawat,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kabupaten Blitar, Hamim Thohari, Senin (3/6/2024).
Hamim Thohari mengatakan, total ada delapan CJH asal Kabupaten Blitar yang tertinggal atau tidak berangkat bersama kloter 68, 69 dan 70 asal Kabupaten Blitar.
Delapan di antaranya adalah 6 orang calon haji dan 2 lainnya adalah pendamping atau mahrom. Update hingga siang tadi, tinggal 1 jemaah yang masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Haji.
Sementara jemaah lain dipastikan sudah keluar dari rumah sakit dan dalam proses pemulihan di asrama haji Sukolilo. Hamim menjelaskan para jemaah yang tertinggal keberangkatan nya karena sakit akan diikutkan dengan kloter keberangkatan selanjutnya atau dari daerah lain menunggu informasi dari panitia haji dari Kanwil Jawa Timur.
Namun sebelum diikutkan kloter lain maka mereka harus mendapatkan surat layak terbang dari rumah sakit daerah sehingga harus dilakukan pemeriksaan lanjutan terlebih dahulu. Jika jemaah sudah mendapatkan surat laik terbang maka akan diatur jadwal keberangkatan oleh panitia pemberangkatan haji dari Jawa Timur.
“Yang lainnya sudah kembali ke asmara haji dan siap melaksanakan penerbangan berikutnya sesuai dengan ketentuan panitia Kanwil,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya CJH asal Kabupaten Blitar yang terbagi dalam kloter 68, 69, dan 70 berangkat menuju jeddah pada 30 Mei lalu. [owi/beq]






