Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 754 sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri serta swasta di Jawa Timur (Jatim) menerapkan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) untuk menguatkan pembelajaran berbasis praktik dan ketahanan pangan.
Program SIKAP diluncurkan serentak Pemerintah Provinsi Jatim pada Minggu (25/1/2026) dan menyasar sekolah sebagai ruang belajar sekaligus produksi pangan berbasis kurikulum.
SMKN 1 Tulungagung menjadi salah satu pelaksana Program SIKAP yang telah ditinjau langsung Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai.
Aries menilai penerapan SIKAP di SMKN 1 Tulungagung berjalan kontekstual karena menghubungkan materi pelajaran dengan praktik langsung di lingkungan sekolah.
“Kami ingin anak-anak terkoneksi antara materi kurikulum dengan praktik di lapangan agar belajar lebih hidup dan bermakna,” kata Aries, Rabu (28/1/2026).
Ia menyebut pembelajaran vokasi menjadi lebih efektif saat guru berperan sebagai fasilitator dan murid belajar langsung melalui objek nyata.
“Guru menjadi pendamping, murid belajar langsung dengan obyeknya. Ini yang membuat mereka lebih aktif,” ujarnya.
Program SIKAP, menurut Aries, merupakan inisiatif Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. [ipl/aje]






