Surabaya (beritajatim.com) – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dua orang lagi calon haji asal Embarkasi Surabaya dikabarkan telah meninggal dunia.
Menurut informasi dari Panitia penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Siti Aminah (69 tahun) yang tergabung dalam SUB 63 dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (31/7) kemarin.
Awalnya, Siti diketahui pingsan saat berada di atas bukit Jabal Rahmah. Para petugas pun membawa wanita asal Kabupaten Mojokerto ini ke bawah bukit melewati jalan landai dan berbatu.
Siti langsung dilarikan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah menggunakan mobil yang ada untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun Allah berkehendak lain. Siti Aminah Takrib Abu dinyatakan tim dokter telah meninggal dunia.
Sementara pagi tadi, Mesilah Binti Solihin (81 tahun) diketahui meninggal dunia saat akan melaksanakan salat Subuh berjamaah di musala Hotel Marjenat Al Aseel Mahbas Jin. Calon haji berusia lanjut yang tergabung dalam kloter 5 asal Kabupaten Madiun ini diketahui memiliki penyakit diabetes.
Jamal, sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya menjelaskan jenazah Mesilah telah diterima oleh pihak mu’asasah pukul 11.15 WAS dan dimandikan serta disalatkan di Masjid Al Harom setelah sholat ashar tadi.
“Jenazah Ibu Mesilah tadi sudah dimandikan dan disholatkan di Masjid Al Harom setelah sholat ashar tadi. Semoga khusnul khotimah,” tuturnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”haji”]
Dengan wafatnya kedua calon haji tersebut, menambah deret jumlah jemaah calon haji Embarkasi Surabaya di tanah suci menjadi 7 orang. Jamal berharap jemaah haji menghemat tenaganya dengan tidak terlalu memforsir diri dengan kegiatan fisik untuk mempersiapkan diri menghadapi puncak haji wukuf di Padang Arofah.
“Kami imbau jemaah haji untuk menghemat tenaganya, tidak melakukan kegiatan yang memforsir fisiknya. Persiapkan diri menghadapi wukuf di Arofsh yang menjadi puncak ibadah haji,” harap Jamal. [man/but]
Berikut daftar jemaah haji Jatim yang meninggal dunia:
1.Soeratno (74 tahun) kloter 4 asal Pacitan wafat pada 15 Juli 2019 di KKHI Madinah (pemondokan) karena infectious and parasitic diseases, dimakamkan di area pemakaman Baqi.
2. Amin Sutikno (76 tahun) kloter 2 asal Kabupaten Ngawi wafat pada 26 Juli 2019 di KKHI Madinah (pemondokan) karena circulatory diseases, dimakamkan di pemakaman Baqi.
3. Saleh Saelani (84 tahun) kloter 23 asal Kabupaten Malang wafat pada 26 Juli 2019 di KKHI Mekkah (pemondokan) karena endocrine, nutritional, metabolic diseases, dimakamkan di Sharayya.
4. Supiyah Ridwan Kartoinangun binti H. Ridwan (76 tahun) kloter 3 asal Kabupaten Ponorogo wafat pada 29 Juli 2019 di KKHI Mekkah (pemondokan) karena penyakit paru-paru, dimakamkan di Sharayya.
5. Mohammad Nurul Huda bin Muhamad Hisam (53 tahun) kloter 38 asal Kabupaten Kediri wafat pada 29 Juli 2019 karena penyakit jantung, dimakamkan di Sharayya.
6. Siti Aminah Takrib Abu (69 tahun) kloter 63 asal Kabupaten Mojokerto wafat pada 31 Juli 2019 dimakamkan di Sharayya.
7. Mesilah Binti Solihin (81 tahun) kloter 5 asal Kabupaten Madiun wafal pada 1 Agustus 2019 karena penyakit diabet, dimakamkan Sharayya.






