Malang (beritajatim.com) – Bupati Malang HM Sanusi menyebutkan, data sementara 68 warga Kabupaten Malang menjadi korban tewas dalam Tragedi Sepakbola di Stadion Kanjuruhan. Hal ini dikatakan Sanusi, Senin (3/10/2022). Sementara data update terkini, total korban tewas dalam tragedi ini 125 orang.
“Sementara ini terdata 68 orang,” ujar Sanusi. Dia menyebutkan, untuk semua warga Kabupaten Malang yang menjadi korban tewas Tragedi Stadion Kanjuruhan mendapat santunan dari Pemkab Malang.
“Santunan dari Pemkab sebesar Rp 10 juta untuk masing-masing korban. Dari Baznas Kabupaten Malang dan Bank Jatim masing-masing Rp 5 Juta. Totalnya Rp 20 juta,” kata Sanusi.
Selain mendapat bantuan dari Pemkab Malang, juga mendapat bantuan dari Pemprov Jatim. “Nanti dari Pemprov juga ada sebesar Rp 10 juta,” tutur Politisi PDI Perjuangan ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-vs-persebaya”]
Dia menjelaskan, pendataan korban Tragedi Stadion Kanjuruhan terus dilakukan. “Sudah ada krisis center di RSUD Kanjuruhan dan Dinkes Kabupaten Malang,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, masih ada korban Tragedi Stadion Kanjuruhan yang mengalami luka-luka dilakukan perawatan. Dipastikan mereka mendapat penanganan dan bebas biaya pengobatan.
“Fokus saat ini yang dilakukan Pemkab Malang penanganan terhadap korban,” pungkas Sanusi. [yog/but]






