Surabaya (beritajatim.com) – Lailatul Qadar adalah salah satu malam paling mulia dalam Islam yang terjadi di bulan Ramadhan. Malam ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, menjadikannya momen yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia.
Lailatul Qadar diyakini terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Keistimewaan malam ini menjadikannya waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa.
1. Malam Diturunkannya Al-Qur’an
Salah satu keutamaan Lailatul Qadar adalah menjadi malam turunnya Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 1:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”
Pada malam penuh berkah ini, Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Al-Qur’an menjadi pedoman bagi seluruh umat manusia dalam menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, di malam ini umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan mengamalkan isi Al-Qur’an sebagai bentuk rasa syukur atas petunjuk yang diberikan Allah.
2. Lebih Baik dari Seribu Bulan
Dalam Surah Al-Qadr ayat 3, Allah SWT menegaskan:
“Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.”
Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah yang dilakukan selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun 4 bulan.
Hal ini menjadi motivasi bagi umat Muslim untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam tersebut karena setiap doa dan amal baik yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
3. Malam Penuh Ampunan
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:
“Barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Lailatul Qadar merupakan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, terutama doa yang diajarkan Rasulullah SAW:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaaf, maka maafkanlah aku.)
Dengan bersungguh-sungguh dalam beribadah dan memohon ampunan pada malam ini, seorang Muslim dapat meraih keberkahan dan membersihkan dirinya dari dosa-dosa yang telah lalu.
4. Turunnya Malaikat Membawa Kedamaian
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 4:
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
Malam Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam yang dipenuhi kedamaian, karena para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan berkah dari Allah SWT. Hadirnya malaikat pada malam ini menjadi tanda bahwa Lailatul Qadar adalah malam penuh ketenangan, di mana doa-doa yang dipanjatkan akan mendapatkan balasan istimewa dari Allah.
5. Pahala yang Dilipatgandakan
Keistimewaan lain dari Lailatul Qadar adalah dilipatgandakannya pahala ibadah yang dilakukan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menegaskan bahwa ibadah yang dilakukan dengan penuh keimanan pada malam ini akan mendapatkan pahala yang setara dengan ibadah selama seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengisi malam ini dengan shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan amal kebaikan lainnya.
6. Malam yang Dipenuhi Kedamaian hingga Fajar
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 5:
“Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”
Lailatul Qadar adalah malam keselamatan yang membawa ketenangan bagi mereka yang beribadah. Banyak ulama menyebut bahwa pada malam ini, suasana langit terlihat lebih jernih, udara terasa lebih sejuk, dan malam terasa lebih damai dibandingkan malam-malam lainnya. Kedamaian yang hadir di malam ini bukan hanya dirasakan oleh manusia, tetapi juga oleh seluruh makhluk di bumi.
Dengan segala keistimewaannya, Lailatul Qadar menjadi malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Mengisinya dengan ibadah dan doa menjadi bentuk syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk meraih keberkahan dan ampunan-Nya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap Muslim memanfaatkan malam ini dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan ridha dan rahmat dari Allah SWT.[mnd/aje]






