Surabaya (beritajatim.com) – Ketika melakukan aktivitas harian tentu kita akan dihadapkan dengan berbagai orang dengan karakter juga keadaan lingkungan yang tak selalu sama. Namun kita juga harus tetap saling menghargai dan menghormati satu sama lain dengan etika.
Termasuk dalam melakukan hubungan sosial dengan kawan penyandang disabilitas. Sebagai makhluk hidup bersosial, tentu harus bisa paham cara untuk melakukan etika ketika berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Berikut hal beberapa hal soal etika yang mesti dipahami ketika berinteraksi dengan penyandang disabilitas.
Gunakan kata yang sesuai
Pertama, gunakan kata penyandang disabilitas atau difabel. Hal ini mengacu pada UU No.8/2016 sebaiknya gunakan kata penyandang disabilitas atau difabel yang lebih mengedepankan adanya perbedaan dari segi kemampuan.
Untuk macam-macam disabilitas bisa terlihat dari segi perbedaan kemampuan secara fisik, sensorik, mental, dan intelektual. Hindari dengan menyebut istilah yang mungkin dapat membuat tersinggung seperti cacat, tidak sehat, tidak normal, atau orang yang berkekurangan.
Pakai terminologi non disabilitas atau non difabel untuk orang yang bukan penyandang
Sebaliknya untuk orang yang bukan penyandang disabilitas bisa memakai terminologi non disabilitas dan non difabel. Hindari pemakaian istilah kata orang sehat, orang normal, dan orang tidak berkekurangan bagi orang lain di sekitar yang bukan penyandang disabilitas.
Perhatikan posisi mata ketika bertatapan
Ketika Anda melakukan pembicaraan atau berinteraksi secara langsung pada orang penyandang disabilitas jangan lupa untuk memperhatikan posisi mata. Ketika berbicara pastikan posisi mata sejajar sehingga dapat melakukan interaksi dengan nyaman satu sama lain.
Tanya dulu sebelum membantu
Tak sedikit orang punya inisiatif untuk membantu ketika melihat orang penyandang disabilitas sedang melakukan sesuatu. Jika hendak membantu, harusnya ajukan pertanyaan dulu apakah yang berkaitan butuh bantuan atau tidak.
Jauhi pertanyaan sensitif
Banyak orang punya rasa penasaran mengapa orang lain bisa jadi penyandang disabilitas atau difabel. Namun, sebaiknya hindari mengajukan pertanyaan sensitif kecuali butuh seperti untuk asesmen atau lewat persetujuan.
Hindari kalimat yang terkesan bisa menyindir
Banyak orang yang menganggap jika penyandang disabilitas juga mampu punya segudang prestasi. Perlu dipahami, jika prestasi itu milik semua orang dan bukan cum untuk non disabilitas saja.
Pahami beberapa hal itu ketika berinteraksi dengan kawan difabel, jangan sampai lupa etika agar tidak menyinggung. (dan/ian)






