Lumajang (beritajatim.com) – Sebanyak enam unit dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditutup Badan Gizi Nasional.
Penutupan terjadi lantaran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik 6 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut masih belum memenuhi standar.
Apapun rincian SPPG yang ditutup meliputi, 3 dapur milik Yayasan Almulk Mustofa Barokah di Kecamatan Pasirian, Padang, dan Tempursari.
Selanjutnya, satu dapur milik Yayasan Berlian Berkah Jaya di Kecamatan Tempeh.
Kemudian, SPPG Yayasan Arrohmah Kecamatan Pasirian, serta SPPG Yayasan Sahabat Insan Quran di Kecamatan Sukodono.
Ketua Satgas Percepatan MBG Lumajang Agus Triyono mengatakan, penutupan 6 dapur tersebut diduga disebabkan pengelolaan limbah yang belum sesuai.
Menurutnya, masalah ini terjadi lantaran mitra pengelola SPPG seringkali masih mengabaikan rekomendasi dari tim teknis terkait persyaratan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
“Jadi, ada sebagian mitra pengelola dapur yang mengabaikan rekomendasi terkait persyaratan SLHS. Nah, dugaan saya kemungkinan karena pengelolaan limbah ini belum sesuai,” terang Agus di Lumajang, Senin (1/6/2026).
Sementara, Koordinator SPPG BGN Lumajang Della Ayu Faradhika menjelaskan, penutupan operasional 6 SPPG bersifat sementara.
Della menyebut, izin operasional akan kembali diberikan setelah mitra SPPG membenahi IPAL sesuai dengan ketentuan.
“Penutupan sementara akan dicabut setelah mitra SPPG memenuhi dan memperbaiki IPAL sesuai ketentuan,” ungkap Della. (has/aje)






