Pacitan (beritajatim.com) – Ada perpustakaan kepresidenan di dalam museum dan galeri SBY*ANI di Kabupaten Pacitan. Koleksi bukunya mencapai kurang lebih 15.000 buku. Pengunjung pun bisa membaca di perpustakaan tersebut.
Dari jumlah buku yang ada, ada 500 buku bacaan utama dan memengaruhi pemikiran dari Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Jadi pengunjung bisa melihat dan membaca 500 buku yang merupakan bacaan utama dan mempengaruhi pemikiran Pak SBY,” kata Direktur Eksekutif Museum dan Galeri SBY*ANI, Ossy Darmawan, Jumat (18/08/2023).
Menurut Ossy, museum kepresidenan yang baru diresmikan pada Kamis (17/8) malam itu, unik. Pengunjung dapat melihat hasil karya lukisan dari Presiden ke – 6 SBY. Selain itu, mereka uang mengunjungi museum bisa mendengarkan lagu-lagu ciptaan dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat saat masih menjadi presiden. Hasil jepretan Ani Yudhuyono pun juga ikut dipamerkan dalam isi museum.
“Pengunjung bisa melihat fotografi hasil jepretan Bu Ani. Selain itu, juga akan ada koleksi dari Bu Ani dan SBY yang dipamerkan. Mulai dari kain tenun, dan kain batik,” ungkap Ossy.
Dengan mengunjungi museum ini, kita diingatkan bahwa kesuksesan tidak selalu datang dengan mudah. Ketekunan, tekad, dan semangat adalah kunci untuk mengatasi hambatan dan mencapai tujuan. Perjalanan hidup SBY, tertuang di dalam museum ini. Para pengunjung dapat merasakan sentuhan inspirasi yang mendorong mereka untuk menggapai bintang-bintang, meskipun berasal dari latar belakang yang sederhana.
BACA JUGA:
Ini Sosok di Balik Pembangunan Museum dan Galeri SBY*ANI Pacitan
Dengan harapan bahwa kisah hidupnya dapat menjadi pelajaran berharga, anak Pacitan ini ingin melihat generasi muda bangkit, berani bermimpi, dan berusaha tanpa kenal lelah.
“Dari tidur di dipan yang sempit hingga duduk di kursi kepresidenan, kisahnya adalah bukti nyata bahwa dengan tekad dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin,” pungkas Ossy. [end/but]






