Gresik (beritajatim.com)- Puluhan nelayan asal Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, sumringah mendapat bantuan alat tangkap yang ramah lingkungan. Alat tangkap berupa jaring itu dibagikan ke nelayan agar bisa turut menjaga ekosistem di laut.
“Intinya kami sangat senang ada pembagian jaring ini. Kalau bisa kegiatan sosial tersebut sering dilakukan,” ujar Ketua Rukun Nelayan Banyuurip, Ainurofiq, Minggu (24/8/2025).
Ia mengatakan, bantuan jaring ramah lingkungan ini sangat membantu dalam mencari ikan. “Ada puluhan nelayan yang tergabung di tempat kami dan sudah mendapat sosialisasi bagaimana memanfaatkan laut dengan tidak merusak ekosistemnya,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Jatim MH.Rofiq dari Fraksi Gerindra menuturkan, 50 bantuan ini terkait dengan pemberdayaan nelayan. Dengan tujuan menambah alat tangkap terutama untuk mencari kepiting rajungan yang menjadi komoditas utama nelayan setempat.
“Mudah-mudahan bantuan alat tangkap ramah lingkungan ini bisa menambah hasil nelayan,” tuturnya.
Selain memberi bantuan alat tangkap, dirinya juga mengusulkan percepatan realisasi pembangunan Pos Keamanan Laut Terpadu (Pos Kamladu) di wilayah perairan Ujungpangkah Gresik.
“Pembangunan pos tersebut perlu diwujudkan tahun ini. Kami menilai nelayan tradisional membutuhkan dukungan lebih luas, terutama mata pencaharian alternatif ketika musim angin baratan yang membuat mereka tidak bisa melaut,” ungkapnya.
Dia juga menekankan perlunya akses teknologi dan permodalan bagi nelayan. Peremajaan mesin perahu, pemanfaatan teknologi pendukung tangkap ikan seperti GPS.
“Harapannya terus ada sinergi antara eksekutif dan legislatif, bagaimana para nelayan kecil atau tradisional. Taraf hidupnya meningkat,” pungkasnya. [dny/but]






