Surabaya (beritajatim.com) – Hari Chuseok menjadi topik yang banyak dibicarakan setiap tahunnya, bukan hanya di Korea Selatan saja tetapi juga di berbagai negara. Hal ini lantaran pengaruh budaya K-Pop yang menguasai sebagian industri musik dunia.
Chuseok adalah salah satu hari libur terbesar di Korea yang sering disebut juga sebagai perayaan ‘Thanks giving’ ala Korea. Namun lebih spesifik, Chuseok adalah simbol ‘Malam musim gugur’ yang mewakili hari panen nasional Korea.
Chuseok atau ‘Hangawi’ dirayakan pada tanggal 15 Agustus dalam kalender lunar. Menurut kalender romawi perayaan ini biasanya terjadi di bulan September atau Oktober.
Chuseok berlangsung selama tiga hari dan masyarakat Korea akan melakukan ritual selama hari-hari itu. Agar mengetahui lebih dekat mengenai budaya ini, berikut beberapa kebiasaan masyarakat Korea saat merayakan hari Chuseok.
1. Gwiseong = Secara tradisional, orang-orang Korea mengunjungi rumah orang tua mereka untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Konsepnya sama seperti ‘mudik’ bagi orang Indonesia, di mana esensi kekerabatan anggota keluarga adalah yang utama.
2. Songpyeon = orang-orang Korea biasanya akan makan songpyeon, yakni kue beras berbentuk setengah bulan, sebagai makanan tradisional Korea. Banyak orang Korea yang membuat songpyeon sendiri selama perayaan Chuseok.
[berita-terkait number=”5″ tag=”korea”]
3. Charye = Orang Korea, terutama yang menjadi anak sulung akan menyiapkan meja penuh dengan persembahan, seperti buah-buahan dan songpeyon untuk menunjukkan rasa hormat kepada leluhur mereka.
4. Seongmyo = Orang Korea juga mengunjungi makam leluhur mereka. Mereka membungkuk untuk menunjukkan rasa terima kasih dan kasih sayang.
5. Dalmaji = orang Korea biasanya memainkan permainan rakyat selama merayakan Chuseok. Ganggangsulle adalah tarian lingkaran Korea, di mana orang-orang berpegangan tangan dan berputar-putar sambil menyanyikan lagu “Gang Gang Sul Lae” pada malam hari. Orang-orang yang beriman kemudian akan menyaksikan bulan purnama.
Menariknya, karena perayaan Chuseok adalah salah satu yang terbesar biasanya diwarnai dengan masalah lalu lintas. Sama seperti budaya ‘mudik’ di Indonesia, di mana setiap orang Korea pulang ke kampung halamannya untuk menghabiskan waktu bersama orang tua dan melakukan beberapa ritual maka masalah lalulintas tidak bisa dihindarkan. Seperti “perang” mendapatkan tiket pulang termasuk bus, kereta api, dan tiket pesawat. Kemudian kemacetan lalulintas yang bisa memakan waktu 5 hingga 8 jam, dan sebagainya.
Para penggemar budaya Korea biasanya juga ikut merayakan perayaan ini bersama idol-idol mereka. Karena sebagian idol Korea Selatan akan mengucapkan dan memberikan hadiah spesial kepada para penggemar mereka.
Itulah beberapa fakta dan ritual yang biasa dilakukan warga Korea selama merayakan hari Chuseok.
Melalui hal ini, kita dapat mengetahui bahwa sebagai negara yang memiliki tradisi, Korea Selatan masih mempertahankan tradisinya sampai sekarang. (Kai/nap)






