Surabaya (beritajatim.com)- Tahun 2025 jadi tahun yang seru buat para pecinta buku. Banyak novel baru yang langsung melejit jadi best seller, dengan cerita yang nggak cuma menarik tapi juga bikin susah move on setelah dibaca.
Kalau kamu lagi cari bacaan yang lagi hype, ini lima novel terlaris 2025 yang layak banget masuk daftar baca kamu!
1. Langit Terakhir di Bulan Juni – Aira Mahardika
Genre : Drama
Penerbit : Lentera Pustaka
Novel ini mengisahkan tentang dua orang asing yang dipertemukan dalam pertemuan tak terduga di tengah krisis kehidupan. Dengan gaya bahasa puitis dan alur yang lembut, Aira Mahardika sukses membawa pembaca larut dalam keheningan dan kehangatan cerita. Tak heran jika buku ini bertahan selama 12 minggu di daftar terlaris nasional.
2. The Silent Algorithm – Matthew Lai
Genre : Fiksi Ilmiah / Thriller Teknologi
Sebuah kombinasi antara misteri, kecerdasan buatan, dan konspirasi global. Novel ini menceritakan seorang data engineer yang menemukan anomali dalam sistem AI pemerintahan yang mengarah pada konspirasi besar. Disambut hangat oleh penggemar techno-thriller, novel ini disebut sebagai “The Da Vinci Code di era digital.
3. Jejak di Tanah Luka – Fitriani R. Nadir
Genre : Sejarah / Fiksi Sosial
Penerbit : Serambi Kecil
Berlatar pascakonflik di wilayah fiktif Indonesia Timur, novel ini mengangkat perjuangan seorang jurnalis perempuan yang mencari kebenaran di balik tragedi masa lalu. Ditulis dengan riset mendalam dan empati tinggi, buku ini tidak hanya menyuguhkan cerita, tetapi juga refleksi sosial.
4. Midnight Kyoto – Reina Sakamoto
Genre : Fantasi Romantis
Penerbit : Sakura Press
Menggabungkan legenda Jepang kuno dengan romansa modern, novel ini menyuguhkan kisah cinta antara manusia dan roh penjaga kuil. Dengan atmosfer magis dan alur waktu yang menegangkan, karya Reina Sakamoto berhasil menembus pasar internasional dan diterjemahkan ke dalam 12 bahasa.
5. Runtuh yang Diam – Eka Ramdani
Genre : Psikologis
Penerbit : Prosa Hitam
Dalam debut novelnya yang menggebrak, Eka Ramdani mengangkat kisah seorang pria yang hidup dengan identitas palsu selama dua dekade. Gaya naratifnya yang fragmentaris dan penuh teka-teki menjadikan buku ini favorit di kalangan pembaca kritis dan komunitas literasi daring. [aje]






