Bojonegoro (beritajatim.com) – Pada 2024 komunitas literasi, Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB) menginjak usia 42 tahun. Di usianya itu, anggota PSJB konsisten menerbitkan buku berbahasa Jawa dan telah terbit ratusan buku antologi.
Perayaan ulang tahun ke-42 digelar sederhana. Berkumpul bersama komunitas lain serta perwakilan pejabat pemerintah dengan menggelar doa bersama di sekretariat PSJB di Desa Banjarjo Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, Minggu (21/7/2024).
Ketua PSJB, JFX Hoery mengatakan dalam perjalanan mengantarkan PSJB hingga 42 tahun bukan hal yang mudah. Terlebih harus mewadahi berbagai karakter orang yang berbeda. Namun, PSJB mampu bertahan menjaga literasi jawa karena ada satu tujuan yang sama.
“Tidak mudah mewadahi berbagai karakter orang untuk bertahan hingga 42 tahun PSJB. Tapi ada hal penting yang masing-masing memiliki kesamaan tujuan sehingga mampu bertahan,” ujarnya.
Selain melahirkan buku, PSJB juga banyak mewarnai kegiatan literasi. Seperti diantaranya melakukan penataran kepada guru-guru setingkat SD dan SMP, menghimpun cerita rakyat yang berkembang di Bojonegoro, serta penggalian sejarah di Bojonegoro.
Beberapa kegiatan yang telah dilakukan, juga banyak mendapat apresiasi dari pemerintah. Terutama bagi pelaku literasi jawa. Terbaru, diberikan oleh Balai Bahasa Jawa Timur. Gerakan PSJB yang konsisten dalam pelestarian bahasa Jawa sehingga dilirik Balai Bahasa Jawa Timur sebagai mitra.
“Justeru banyak penghargaan diterima oleh anggota PSJB ini bukan dari pemerintah kabupaten Bojonegoro. Tetapi dari luar,” pungkas JFX Hoery.
Untuk diketahui, diusianya yang sudah 42 tahun itu, PSJB telah menerbitkan buku antologi sebanyak ratusan judul. Selain itu, buku dari karya pengarang yang juga anggota PSJB sendiri ada 43 judul. Buku-buku yang diterbitkan seperti cerita cekak, geguritan, maupun buku berbahasa Indonesia.
Perwakilan Balai Bahasa Jawa Timur yang hadir, Yulitin Sungkowati mengatakan, jika sudah 10 tahun terakhir, PSJB menjadi mitra Balai Bahasa. Tahun ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan apresiasi bagi para pengarang maupun penulis.
“Salah satunya yang sudah menerima bentuk apresiasi itu adalah Bapa JFX Hoery karena dedikasinya sebagai pengarang yang sudah lebih dari 50 tahun berkarya. Totalnya di Jawa Timur ada 11 orang penerima,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab Bojonegoro Erick Firdaus, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Bojonegoro Zaenal Fanani, serta perwakilan komunitas literasi dari berbagai daerah, seperti Trenggalek, Tulungagung, Madiun, Blora, dan Tuban. [lus/but]







