Surabaya (beritajatim.com)- Ditengah maraknya bisnis coffe shop yang ada di erbagai kota, tidak sedikit yang akhirnya gulug tikar hanya dalam hitungan bulan.
Hal ini terjadi karena karena kurangnya pemahaman konsep bisnis yang seharusnya. Banyak pemilik coffe shop membuka usah akarena tren tanpa memahami arah konsep tujuan dan target. Pada dasarnya, setiap coffe shop memiliki karakteristik dan ciri khas yang berbeda tergantung pada konsep dan target konsumen. Diantaranya,
1. Konsep nongkrong
Coffe shop dengan konsep ini menekankan suasana yang isntagamable dan nyaman. Pelanggan datang bukan hanya sekadar menikmati kopi, tetapi juga menikmat suasana yang nyaman. Menu yang disajikan pun biasanya berupa signature drink dan makanan ringan sebagai teman bercerita. Biasanya, konsep nongkrong ini digunakan untuk menarik minat anak muda dengan vibe dan pelayanan yang ramah dan asik.
2. WFC
Berbeda dengan itu, knsep WFC atau Work From Cafe memiliki konsep yang lebih tenang. Cafe dengan konsep ini biasanya mejadi tempat favorit bagi pekeja lepas dan pelajar karena menyediakan wi-fi yang kencang, banyak colokan charger, dan kursi ergonomis yang membuat betah duduk dengan mengahadap laptop. Menu yang ditawarkan cenderung beupa kopi dan makanan ringan yang tahan lama. Kafe jenis ini seringkali digunakan sebagai tempat workshop.
3. Take-Way
Konsep ini menekankan kecepatan dan tempat yang strategis. Biasanya banyak berada di pinggir jalan utama yang berupa tempat kecil dengan beberapa kursi tunggu di deannya. Tujuannya adalah untuk menarik pelanggan yang hanya ingin membeli kopi atau minuman tanpa ingin berlama-lama. Menu andalannya adalah kopi atau minuman lainnya dan pstry kecil dengan harga kompetitif serta magin tipis tapi volume tinggi.
4. Pecinta kopi
Kafe dengan konsep ini lebih mengutamakan dan menekankan menu kopi yang bervariasi dengan target pelanggan yang paham dan benar-benar mencintai kopi. Fokus utama kafe adalah pad akualitas biji, metode seduh, dan pengetahuan barista terkait kopi. Biasanya harga yang ditawarkan kafe konsep ini lebih premium dengan pengalaman rasa dan edukasi yang berbeda dengan kafe konsep lainnya. Tidak jarang kafe dengan konsep ini juga mengadakan workshop atau pelatihan barista terhadap jenis dan pengolahan kopi menjadi minuman yang berkualitas.
Dengan memahami 4 konsep tersebut, kesuksesan bisnis kopi tidak hanya bergantung pada rasa kopi yang enak dan tren, tetapi juga kejelasan konsep, strategi, serta pengalaman yang ditawarkan. Pada akhirnya, coffe shop yang sukses bukan sekadar tempat ngopi, tetapi juga sebagai ruang yang mampu menciptakan cerita, kenyamanan, dan pengalaman bagi setiap pengunjung.
[Erlina Damayanti]






