Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 315 mahasiswa baru (maba) mengikuti Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus (Oshika) pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma). Jumlah tersebut meningkat sekitar 15% daripada tahun lalu.
Peningkatan jumlah mahasiswa tidak terlepas dari milestone Unisma saat ini. Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., menyampaikan bahwa prioritas saat ini yang terus diperkuat adalah program pascasarjana.
“Namun, kami juga terus memperkuat program di S1. Jadi kaitannya dengan karya penelitian bertaraf internasional banyak melibatkan mahasiswa program pascasarjana,” kata Prof Maskuri setelah mengisi Oshika Maba di gedung pascasarjana lantai 7 Unisma.
Visi Unisma adalah menjadi Universitas unggul bertaraf internasional, berorientasi masa depan dalam IPTEKS dan budaya, untuk kemaslahatan umat yang berakhlakul karimah, berlandaskan Islam Ahlussunnah wal jama’ah. Unisma saat ini ada pada tahapan entrepreneurial university.

“Unisma lebih memfokuskan diri pada upaya menjadi kampus Smart Entrepreneurial University, unggul bertaraf internasional di bidang tri dharma dengan pengelolaan yang profesional dan akuntabel berlandaskan ideologi islam aswaja dengan kultur ke-NU-an yang mengakar kuat,” kata Rektor dihadapan maba.
BACA JUGA: Viral Permintaan Sumbangan SMPN 1 Ponorogo Senilai Rp 500 Juta
Saat ini, jejaring Unisma di dalam dan luar negeri semakin meningkat. Hal itu didukung dengan sebaran mahasiswa sarjana dan sarjana dari 80an daerah di dalam dan luar negeri.
“Untuk mahasiswa program pascasarjana juga ada dari luar negeri. Selain itu, kami mewajibkan bagi program Doktoral menulis jurnal terakreditasi Scopus, jika sampai, mereka bebas disertasi. Untuk program Magister jurnal terakreditasi Sinta 2 dan terindeks internasional,” kata Prof Maskuri.
Terkait pesan terhadap maba pascasarjana Unisma, Prof Maskuri berpesan agar mereka terus mengasah kompetensi, profesionalisme, dan karakter yang kuat. Karakter kuat terdiri atas, berani, bijak, mandiri, profesional, dan berintegritas tinggi.
“Harapan kami adalah mahasiswa pascasarjana memiliki keilmuan yang lebih adaptif terhadap dinamika dan perubahan zaman. Saat ini yang dibutuhkan itu sumber daya manusia berkualitas yang adaptif dengan berbagai kebutuhan,” kata Prof Maskuri berharap.
Ditambahkan oleh Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P., selaku Wakil Rektor 4 (Bidang Kelembagaan, Publikasi, dan Teknologi Informasi), bahwa total maba Unisma dari 37 program studi yang ada sejumlah 3.567 mahasiswa. Dari total itu, maba sarjana strata-1 sebanyak 3.252 yang telah mengikuti Oshika.
“Jumlah pendaftar maba program Pascasarjana Unisma sebanyak 372, dan yang diterima tahun ini sebanyak 315. Untuk program magister dari 10 program studi sejumlah 290 mahasiswa, dan program doktor sebanyak 25 mahasiswa,” ujarnya saat sambutan laporan di hadapan maba pascasarjana. (dan/nap)






