Jombang (beritajatim.com) – Hari Raya Idulfitri kurang tiga minggu lagi. Namun kesibukan sudah terlihat di rumah pasangan suami istri (pasutri) Budi Setiadi (43) dan Elok Lailatul Magfiroh (30) di Perumahan Griya Anugrah Denanyar Jombang, Kamis (30/3/2023).
Ruang tamu rumahnya penuh dengan aneka kue yang sudah dikemas dedemikian rupa. Sedangkan di teras rumahnya juga penuh bahan baku seperti tas kain bertuliskan ‘Selamat Idulfitri’. Di samping rumah Budi juga ada ruangan khusus. Di ruang tersebut terdapat sejumlah perempuan sedang sibuk menata tumpukan mangkuk dan cangkir.
Lalu di depan rumah juga terdapat sejumlah wanita yang sedang sibuk merakit parcel (bingkisan lebaran). Memasukkan aneka kue, kemudian cangkir keramik lengkap dengan piring kecil, juga minuman jenis sirup. Terakhir, para wanita itu membungkus parcel tersebut dengan plastik bening. Kemudian menempelkan pita besar bertuliskan ‘Selamat Idulfitri 1444 H’.
BACA JUGA:
Usaha Parcel Tetap Bertahan Di Tengah Corona, Meski Pesanan Menurun
Budi dan Elok mengomandani pembuatan parcel tersebut. Itulah kesibukan pasangan muda ini tiga minggu menjelang datangnya Hari Raya Idulfitri. Tempat usahanya kebanjiran order (pesanan). Bukan hanya berasal dari Jombang, tapi juga dari luar kota semisal Lamongan, Bojonegoro, hingga Yogyakarta.
“Alhamdulillah, meski lebaran kurang tiga minggu lagi, namun pesanan parcel sudah mulai ramai. Kalau tahun lalu tren-nya parcel sembako. Mungkin karena pandemi. Namun itu tahun ini sudah bergeser, tren-nya kue. Ini pesanan sudah mulai berdatangan,” ujar Elok sembari menunjukkan deretan parcel di depannya.
BACA JUGA:
Perajin Anyaman Bambu Magetan Kebanjiran Order Keranjang Parcel
Elok menjelaskan, meski Ramadhan baru berjalan satu minggu, namun dirinya yakin pesanan percel mengalami peningkatan di banding tahun sebelumnya. Pada 2022, dalam satu bulan permintaan parcel sebanyak 2000 pcs. Namun untuk tahun ini pada Minggu pertama permintaan sudah tembus 4.500 parcel.
“Jumlah tersebut akan terus bertambah, mengingat Hari Raya Idulfitri masih tiga Minggu lagi. Kalau tahun lalu permintaan parcel selama satu bulan sebanyak 2000 pcs. Tahun tahun ini dalam semiggu Ramadhan, permintaan sudah 4.500 parcel. Selain Jombang, permintaan juga datang dari luar kota seperti Lamongan, Bojonegoro, serta Yogyakarta,” tambah Budi.
Parcel Premium dan Ekonomis

Budi dan Elok memulai usaha pembuatan parcel ini sejak tiga tahun lalu. Walhasil, seiring laju waktu usaha tersebut semakin berkembang. Sebenarnya, usaha yang dijalani oleh pasangan ini adalah WO (Wedding Organizer). Namanya Java Store. Namun semenjak terpukul pademi Covid-19, mereka berubah haluan, yakni bergerak pembuatan parcel.
Berapa harga parcel yang dijual? Elok mengatakan dirinya membuat dua jenis parcel, yakni jenis premium dan ekonomis. Untuk jenis premium harganya mulai Rp 185 ribu hingga Rp 1,5 juta. Sedangkan jenis ekonomis dipatok Rp 35 ribu hingga Rp 115 ribu. Semua tergantung isi dan kemasannya.
BACA JUGA:
Baznas Jombang Kumpulkan Dana Rp633 Juta Selama Ramadan 1443 H
Untuk jenis premium, yang paling banyak memesan adalah instansi. “Yang paling banyak laku adalah harga Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu. Kemasan percel premiun lebih cantik. Menggunakan wadah berbahan rotan. Sedangkan ekonomis menggunakan tas bersablon selamat Hari Raya Idulfitri,” pungkas Elok. [suf/ted]






