Ekbis

Usaha Parcel Tetap Bertahan Di Tengah Corona, Meski Pesanan Menurun

Pekerja menyusun parcel pesanan konsumen.

Malang (beritajatim.com) – Pandemi virus corona Covid-19 membuat angka pembelian menurun, perekonomian pun melemah. Di Kota Malang dalam dua bulan terakhir mengalami deflasi atau penurunan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok.

Momen lebaran biasanya menjadi musim panen bagi pelaku usaha parcel lebaran. Pada tahun ini mereka mencoba bertahan meski pemesanan menurun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini imbas dari wabah virus corona, apalagi Kota Malang berstatus zona merah.

“Sebenarnya antusias konsumen pesan parcel lebaran meski ada Corona masih banyak. Hanya saja jumlahnya menurun. Kalau lebaran tahun lalu kita bisa dapat pesanan mencapai 4.500 paket parcel, tahun ini turun menjadi 3 ribu parcel,” kata Ivana Aga, asistant owner Citra Kendedes and Bakery Malang, Minggu, (10/5/2020).

Ivana mengungkapkan, parcel ditempat dia membuka usaha dijual bervariasi mulai dari Rp 250 ribu per paket, hingga jutaan rupiah tergantung pesanan pembeli. Setiap hari sejumlah pekerja tetap sibuk menyusun paket parcel yang terdiri dari aneka kue kering, coklat, dan minuman. Meski jumlah pemesanan tak sebanyak tahun lalu.

“Pesanannya Malang Raya, Blitar dan Pasuruan. Paling banyak pesanan dari Blitar. Proses pengiriman dan pembuatan parcel dipastikan sudah sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, strategi penjualan yang dilakukan selain penjualan offline di toko yang tersebar di berbagai titik, mereka juga melakukan penjualan secara online. Bisa juga pesan parcel lewat aplikasi ojek online, sehingga customer cukup hanya di rumah pesan parcel, bisa diantar ke alamat tujuan. Penjualan online dimaksimalkan sebagai siasat di tengah pandemi corona.

“Selama sehari, bisa memproduksi 60 hingga 100 paket parcel. Pemesanan pun sudah dilakukan sejak H-1 puasa lalu. Kami melayani pesanan parcel sampai H-3 lebaran mendatang. Rata-rata paket favorit parcel trend-nya masih sama seperti tahun lalu, berisi kue kering seperti kastengel, putri salju, dan jenis kue kering lainnya,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar