Surabaya (beritajatim.com) – Tiga mahasiswa Universitas Narotama meninggal dunia usai pesta miras pada Kamis (04/01/2024) malam di sebuah warung dekat kampus di Sukolilo. Ketiganya adalah WAA (mahasiswa Non Aktif angkatan 2017), OKM (mahasiswa Manajemen 2021), dan RAM (Alumnus).
Berikut informasi yang dihimpun beritajatim.com, korban yang meninggal pertama adalah WAA. Ia meninggal di Bojonegoro pada Jumat (05/01/2023) pagi. Ketika pemakaman, korban RAM sempat melayat ke Bojonegoro. Setelah WAA, OKM meninggal selang beberapa jam kemudian. Setelah itu, korban terakhir yang meninggal dunia adalah RAM. Ia meninggal dunia pada Sabtu (06/01/2024) pukul 10 malam.
Evi Retnowulan Kabag Humas Universitas Narotama membenarkan bahwa ketiga orang yang meninggal dunia adalah bagian dari Civitas Akademik yang tergabung dalam UKM Musik. Evi menegaskan bahwa acara pada Kamis (04/01/2024) itu bukanlah bagian dari acara Universitas Narotama Surabaya.
“Mereka kumpul-kumpul sendiri. Tidak ada acara kampus pada hari itu,” kata Evi ketika dihubungi Beritajatim.com, Minggu (07/01/2024).
Evi mengaku telah mendapatkan informasi terkait tiga orang yang tewas itu. Walaupun terdaftar di Universitas Narotama Surabaya, Ia mengatakan bahwa tidak mungkin lembaga Kampus Narotama mengawasi kegiatan mahasiswanya di luar kegiatan kampus. Ia pun turut berduka cita atas meninggal dunianya 3 keluarga besar Civitas Akademika Universitas Narotama.
“Kami dengar dari beberapa mahasiswa. Kami masih dalami lagi untuk kronologi pastinya,” tutur Evi.
Sementara itu, Kapolsek Sukolilo Kompol Made Patera Negara mengatakan bahwa pihaknya telah menerima sebuah video yang menggambarkan suasana pesta miras. Namun, pihaknya tidak berani memastikan apakah penyebab utamanya karena keracunan miras.
“Memang ada videonya. Tapi kan belum ada autopsi. Pihak keluarga dari masing-masing korban juga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak diautopsi dan jenazah sudah dikebumikan,” tuturnya.
Dari informasi yang dihimpun, kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Beritajatim.com telah menghubungi AKBP Hendro Sukmono untuk mengkonfirmasi kasus ini. Namun, sampai berita ini ditulis, Hendro belum memberikan statement. [ang/but]






