Surabaya (beritajatim.com) – Bisnis logistik di Indonesia sedang berada pada masa keemasan, didorong oleh tingginya kebutuhan pengiriman masyarakat. Fenomena ini bukan hanya menguntungkan perusahaan besar, tetapi juga membuka ladang rezeki baru yang menjanjikan bagi individu. Tiga kisah sukses mitra agen Lion Parcel di Surabaya ini menjadi bukti nyata bagaimana kemitraan logistik mampu mengubah nasib dan menciptakan dampak positif.
Kisah inspiratif pertama datang dari Giatun, seorang ibu tunggal di Surabaya yang bergabung sebagai agen Lion Parcel sejak 2023. Memilih bisnis logistik sebagai langkah kemandirian, Giatun memulai semuanya dari nol dengan modal yang terjangkau.
“Semuanya saya jalani sendiri. Untungnya sistem di Lion Parcel cukup mudah dipelajari, dan tim PIC sangat membantu jika ada kendala. Jadi saya merasa lebih tenang,” ujar Giatun.
Berkat ketekunannya melayani pelanggan, melakukan pick up paket, hingga promosi dari mulut ke mulut, kini Giatun berhasil meraih omzet puluhan juta rupiah setiap bulan. Impiannya kini adalah mengembangkan usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Mahasiswa Rantau Jadi Pelanggan Utama, Omzet Capai Ratusan Juta
Di sudut lain Surabaya, Ida Kusumawati membuktikan bahwa lokasi adalah kunci. Agen Lion Parcel miliknya yang strategis di kawasan kampus telah menjadi andalan bagi para mahasiswa rantau untuk mengirim dan menerima kebutuhan pribadi, mulai dari makanan khas hingga barang pribadi.
“Banyak mahasiswa yang mengandalkan Lion Parcel. Ini membuktikan peran penting logistik tidak hanya untuk aktivitas jual beli, tapi kebutuhan pribadi juga,” kata Ida.
Didukung jaringan Lion Parcel yang kuat hingga ke Indonesia Timur, bisnis Ida meroket. Kebutuhan pengiriman yang tinggi dari mahasiswa ini mengantarkannya pada omzet fantastis, mencapai ratusan juta rupiah per bulan, dan menempatkannya di tiering tertinggi mitra agen.
Kisah ketiga adalah Joseph, yang banting setir dari pekerja kantoran menjadi agen Lion Parcel setelah terdampak pandemi COVID-19. Sempat mengalami masa sulit, Joseph kini berhasil membangun basis pelanggan yang beragam, dari perusahaan besar, UMKM, hingga walk-in customer.
Dengan layanan prima, termasuk fast response dan pick up gratis, Joseph meraih omzet puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan dan kini sukses membuka lapangan kerja baru.
“Pelanggan bilang layanan Lion Parcel cepat terutama kiriman antarpulau termasuk Indonesia Timur,” ungkap Joseph, memuji infrastruktur mumpuni dari mitranya.
“Lion Parcel berkomitmen untuk selalu mendampingi mitra hingga bisnisnya berjalan stabil. Tingginya permintaan pengiriman saat ini membuat bisnis kemitraan di bidang logistik sangat potensial,” ujar Cipto Laksono, Head of Retail Business Development Lion Parcel.
Tiga kisah ini memperkuat pesan bahwa di tengah pertumbuhan pesat logistik, kemitraan agen menawarkan peluang usaha yang menjanjikan, transformatif, dan berdampak langsung pada perekonomian lokal.[rea]






