Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 28 persen remaja putri di Jatim diketahui mengidap anemia akibat pola makan yang tidak sehat. Mereka, cenderung memilih mengkonsumsi mie pedas hingga jajanan sejenisnya.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim Kerja Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja Kemenkes RI, Rr Weni Kusumaningrum saat Talkshow Gizi Remaja di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).
Menurutnya, banyak remaja putri di Indonesia, termasuk Jatim berpotensi mengalami penyakit anemia. Penyebabnya, karena sirkulasi bulanan seperti haid, dan dipengaruhi jug oleh makanan yang kurang bersih.
“Banyak remaja putri kita memilih makan yang tidak sehat atau tidak bergizi yang berdampak pada kesehatan mereka,” kata Weni dalam Talkshow Gizi Remaja di Unusa, ditulis Rabu (8/5/2024).
Kebanyakan dari mereka, lanjut Weni, cenderung memilih tidak makan, jika menu makanannya justru mengandung gizi cukup baik. “Jadi, banyak remaja putri memilih makan tidak sehat seperti mie pedas, cilok, seblak dan beberapa makanan lainnya,” ungkapnya.
Sehingga, dengan adanya kondisi ini pemerintah Indonesia mendorong anak muda untuk konsumsi tablet penambah darah. “Ini untuk kebutuhan darah yang ada pada dalam tubuh remaja tersebut,” kata Weni.
Meski mengkonsumsi tablet, namun Weni meminta agar mereka tetap memilih makanan yang bergizi. Sebab, tablet penambah darah hanya sebagai pendorong. “Paling penting itu harus dari diri mereka sendiri untuk menjaga makanan, dan memilih yang lebih bergizi,” terangnya.
Di kesempatan sama, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim Waritsah Sukarjiyah mengatakan jika pihaknya menggandeng Unusa untuk mengedukasi remaja putri di Jatim dalam menjaga makanan. “Terlebih kami menjalankan program dari Kemenkes dengan konsumsi tablet penambah darah untuk remaja putri,” ucapnya.
Menyikapi cukup banyaknya jumlah penderita anemia di kalangan remaja putri di Jatim, yakni 28 persen, Dinkes Jatim berkomitmen akan terus berupaya untuk menurunkan angka tersebut. “Kami memiliki target bisa mengalami penurunan hingga 2 persen itu sudah cukup tapi kami masih terus mengedukasi masyarakat untuk konsumsi makanan sehat,” bebernya.
Sementara Ketua LPPM Unusa Achmad Syafiuddin menjelaskan bahwa talkshow ini sebagai bentuk kepedulian terhadap remaja putri di Jatim penderita anemia. “Ini untuk menjaga kesehatan remaja putri kita agar bisa lebih peduli dengan kesehatan terlebih menjaga pola makan dan makan makanan sehat,” tandasnya. [ipl/kun]






