Surabaya (beritajatim.com) – Tidak banyak orang yang tahu jika hari ini, tanggal 26 Maret merupakan Purple Day of Epilepsy Awareness atau Hari Epilepsi Sedunia.
Hari internasional ini lahir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai epilepsi, yang mana dalam perayaan setiap tahunnya khas dengan atribut berwarna ungu.
Epilepsi sendiri merupakan kondisi neurologis yang menyebabkan kejang – kejang dan biasanya dimulai pada masa kanak – kanak.
Epilepsi juga sering disalahpahami oleh masyarakat sehingga penderita mengalami kesulitan dalam bersosial. Bahkan kondisi ini telah mempengaruhi lebih dari 65 juta orang di dunia.
Baca Juga: Asprov PSSI Jatim Siap Sukseskan Piala Dunia U20 Mei Mendatang
Lantas, bagaimana sejarah dari Hari Epilepsi Sedunia ini? Dan apa makna warna ungu dibaliknya? Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut.
Sejarah Hari Epilepsi Sedunia
Hari Epilepsi Sedunia ini pertama kali digagas oleh Cassidy Megan di tahun 2008, yang mana saat itu ia masih berusia 9 tahun dan berasal dari Canada. Peringatan ini bermula karena Cassidy terinspirasi dari kisah perjuangannya sendiri sebagai penderita epilepsi.
Setelah melalui berbagai upaya, ide Cassidy tersebut pun didukung oleh Epilepsy Association of The Maritimes (EAM) of Canada, serta Anita Kaufmann Foundation of New York. Sehingga akhirnya ditetapkan bahwa hari tersebut menjadi ajang internasional.
Warna ungu dipilih bukan tanpa alasan, melainkan lantaran lavender sendiri merupakan warna yang melambangkan kesendirian.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Nilai MCC Mampu Lahirkan Beragam Profesi Kreatif
Sementara dalam penggunaannya sebagai Purple Day, warna ini untuk mengedukasi mereka yang memiliki epilepsi namun tidak memahami kondisinya, serta menyadarkan bahwa mereka tidak sendiri. Oleh karena itulah warna ungu menjadi pilihan yang tepat untuk merayakan Hari Epilepsi Sedunia.
Menariknya, perkembangan Purple Day dirasa sangat cepat. Di tahun 2009, yang mana merupakan tahun kedua dari perayaan ini, ada sekitar 100 pelajar, 95 pekerja dan 116 politisi yang berpartisipasi dalam festival perayaan ini.
Lalu setelah 10 tahun lamanya, tepatnya di tahun 2019, Hari Epilepsi Sedunia dirayakan secara spesial di Disney World. Dengan bantuan sponsor dari Epilepsy Foundation of Central Florida, Purple Day menyebarkan banyak hal positif pada partisipan. Cassidy Megan pun juga hadir di sana.
Kini Purple Day telah dirayakan di berbagai wilayah dengan lebih dari 100 negara, seperti India, Australia, Afrika Selatan, Jepang, Inggris dan Amerika. Namun satu – satunya negara yang mengakui perayaan ini secara resmi adalah Canada.
Baca Juga: Puasa Tetap Sah Meski Meninggalkan Sholat? Berikut Jawaban Buya Yahya
Cara Merayakan Purple Day of Epilepsy Awareness atau Hari Epilepsi Sedunia
Meski kalian berada di Indonesia, kalian tetap bisa lho ikut merayakan hari istimewa ini. Salah satunya yang paling mudah adalah dengan ikut mempelajari lebih dalam tentang epilepsi, apa penyebabnya, bagaimana gejalanya atau cara mengatasinya.
Setelahnya, kalian bisa ikut berkampanye di media sosial, menyebarkan pengetahuan yang telah kalian miliki dan memberi dukungan pada mereka penderita epilepsi. Bahkan, kalian juga bisa ikut mengenakan atribut berwarna ungu sebagai bentuk partisipasi. (mnd/ian)






