Lumajang (beritajatim.com) – Banjir lahar Gunung Semeru kembali melanda kawasan aliran Sungai Kaliregoyo di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (5/11/2025).
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) banjir lahar ini memiliki amplitudo maksimal (Amak) 25 milimeter.
Kedatangan banjir ini sempat membuat para penambang pasir dan warga yang berada di aliran Sungai Regoyo panik menyelamatkan diri.
Pantauan langsung di lokasi, terdapat 2 truk milik penambang pasir terjebak di tengah sungai karena tidak sempat menepi saat lahar Gunung Semeru melanda.

Erik, salah satu warga mengatakan, banjir yang datang secara tiba-tiba membuat truk tidak sempat menepi dan terjebak di tengah aliran lahar.
Hal ini terjadi lantaran saat banjir datang truk sedang memuat pasir di sekitar area tambang. Beruntung, sopir truk dan penambang yang sedang berada di lokasi berhasil menyelamatkan diri.
“Ceritanya itu banjir datang, terus truk terjebak waktu proses menaikan pasir saat menambang. Untuk sopir Alhamdulillah selamat,” terang Erik di lokasi kejadian, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, semula ada tiga truk yang terjebak saat lahar tiba-tiba melanda. Namun, satu truk berhasil menepi sesaat air sungai diterjang lahar.
“Awalnya ada tiga armada truk yang terjebak, tapi yang satu lolos yang dua terjebak. Beruntung tidak ada korban jiwa,” tambah Erik.
Kevin, pemilik truk mengaku, truknya bisa selamat dari terjangan banjir lahar karena mendapat bantuan dari penambang lain.
Untuk bisa keluar dari derasnya aliran lahar, truk milik Kevin harus ditarik memakai armada penambang lain.
“Truk saya harus ditarik pakai armada lain buat bisa naik, kan banjirnya tiba-tiba besar tadi,” ungkap Kevin. (has/but)






