Blitar (beritajatim.com) – Selama 2 pekan terakhir, 9 ekor sapi di Kota Blitar terjangkit penyakit lumpy skin disease (LSD). Jumlah tersebut merupakan yang tercatat di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar.
Kesembilan ekor sapi yang terjangkit LSD inipun masih menjalani perawatan oleh petugas dan dokter. Penyuntikan vaksin LSD juga masih dilakukan oleh petugas kepada sapi yang berpenyakit.
“Selama pemantauan dua pekan ini, kami menemukan sembilan kasus LSD di Kota Blitar. Kami terus melakukan pemantauan dan pengobatan terhadap sapi yang terkena penyakit LSD,” kata Pejabat Otoritas Veteriner DKPP Kota Blitar, Emi Nafisah, Sabtu (10/06/23).
Emi mengatakan, DKPP mengimbau kepada peternak agar tidak menjual dulu sapi yang terkena penyakit LSD untuk mencegah penularan.
Selain itu, petugas DKPP juga menggencarkan vaksinasi LSD kepada sapi milik peternak.
BACA JUGA: Imbauan Khofifah ke Muslimat NU: Jangan Terprovokasi di Tahun Politik
Menurutnya, DKPP Kota Blitar baru saja mendapat kiriman vaksin LSD sebanyak 500 dosis dari Provinsi Jatim.
“Kemarin, kami dapat kiriman lagi vaksin LSD sebanyak 500 dosis. Mulai Senin depan akan kami suntikan kepada sapi milik peternak. Sebelumnya, kami dapat kiriman 200 dosis vaksin LSD dan sudah kami suntikan kepada sapi milik peternak,” ujarnya.
DKPP Kota Blitar mengimbau kepada peternak agar tidak menjual dulu sapi yang terkena penyakit LSD untuk mencegah penularan. Meski saat ini banyak masyarakat yang sedang mencari sapi untuk hari raya Idul Adha.
BACA JUGA: Ganjar Pranowo Disambut Riuh Tepuk Tangan Ribuan Pendukungnya di Sidoarjo
Selain itu, petugas DKPP saat ini juga tengah menggencarkan vaksinasi LSD kepada sapi milik peternak. Menurutnya, DKPP Kota Blitar baru saja mendapat kiriman vaksin LSD sebanyak 500 dosis dari Provinsi Jatim.
Ratusan vaksin tersebut pun akan segera disuntikkan ke sapi ternak warga. Diharapkan dengan adanya upaya tersebut bisa mencegah penyebaran penyakit LSD di Kabupaten Blitar.
“Kemarin, kami dapat kiriman lagi vaksin LSD sebanyak 500 dosis. Mulai Senin depan akan kami suntikan kepada sapi milik peternak. Sebelumnya, kami dapat kiriman 200 dosis vaksin LSD dan sudah kami suntikan kepada sapi milik peternak,” ujarnya.
BACA JUGA: Cegah Diabetes Gen Z, Mahasiswa UK Petra Surabaya Kampanyekan Konsumsi Gula Secara Sehat
Sebelumnya DKPP Kota Blitar telag menerima pasokan vaksin 200. Dengan jumlah vaksij tersebut diharapkan penyebaran penyakit LSD di Bumi Bung Karno.
Pemantauan juga terus dilakukan oleh DKPP untuk memantau pergerakan sapi yang telah terjangkit LSD. Pemantauan ini juga dilakukan untuk mencegah sapi yang berpenyakit dijual oleh sang pemilik.
“Seperti kegiatan pagi ini, kami melakukan pengawasan terkait penyakit LSD pada sapi di Pasar Hewan Dimoro. Di Jatim, sudah ada 29 kabupaten/kota yang terkena penyakit LSD. Untuk itu, kami monitoring ke pasar,” pungkasnya. (Owi/ian)






