Magetan (beritajatim.com) — Pemkab Magetan segera melakukan antisipasi untuk mencegah banjir di Kecamatan Kartoharjo menyusul luapan Sungai Ulo yang merendam dua desa. Langkah yang disiapkan meliputi pengaturan buka-tutup DAM Jajar serta rencana mendatangkan ekskavator untuk membersihkan aliran sungai yang tersumbat sampah bambu.
Camat Kartoharjo, Setiya Widayaka, melaporkan luapan air terjadi pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Dampak luapan terpantau di Desa Jajar dan Desa Pencol. Luapan tersebut dipicu oleh air yang menggenang di DAM Jajar dan tersumbatnya sungai di Sungai Ngelang oleh sampah.
Di Desa Jajar, genangan air setinggi sekitar 10 sentimeter menggenangi jalan desa di RT 1, 4, dan 6. Selain itu, sekitar 10 hektare lahan persawahan ikut terdampak, dengan umur tanaman padi rata-rata 80 hari.
Sementara di Desa Pencol, genangan setinggi 10 hingga 20 sentimeter terjadi di jalan desa RT 6, 8, 10, 11, dan 12. Luapan air juga merendam sekitar 15 hektare sawah dengan kondisi tanaman padi berusia kurang lebih 80 hari.
“Berdasarkan pantauan terakhir pada pukul 07.30 WIB, debit air di DAM Jajar terpantau stagnan. Kondisi genangan di permukiman Desa Jajar mulai surut, sedangkan di Desa Pencol air berangsur-angsur turun,” kata pria yang lekat disapa Yoko itu.
Untuk mencegah kejadian serupa, pemerintah kecamatan akan mengatur operasional DAM Jajar secara berkala. Selain itu, koordinasi dilakukan untuk mendatangkan ekskavator guna membersihkan alur sungai yang tertutup sampah bambu agar aliran air kembali lancar. [fiq/aje]






