Blitar (beritajatim.com) – Wajah berbeda kini menyapa para pengguna jasa kereta api di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Menyambut momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), KAI menyulap sejumlah stasiun utama mulai dari Madiun, Kediri, hingga Blitar menjadi lebih hangat dan semarak dengan ornamen natal.
Upaya bersolek ini bukan sekadar estetika, melainkan wujud komitmen KAI untuk mengubah persepsi perjalanan. Tidak hanya soal ketepatan waktu operasional, tetapi juga menciptakan pengalaman emosional yang nyaman dan berkesan bagi pelanggan.
Sentuhan Natal dan Pojok Literasi
Di Stasiun Madiun dan Stasiun Blitar, dekorasi Natal dan Tahun Baru tampak mendominasi area selasar hingga sudut-sudut strategis. Keberadaan photo booth tematik menjadi daya tarik tersendiri, dimanfaatkan para pemudik untuk mengabadikan momen bersama keluarga sebelum naik kereta.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa dekorasi ini dihadirkan serentak, termasuk di Stasiun Kediri dan Stasiun Blitar. Ketiga stasiun itu pun dihias dengan ornamen yang kental dengan nuansa natal.
“Ornamen tematik ini kami hadirkan sebagai bentuk apresiasi dan sambutan hangat. Kami ingin memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan sejak pelanggan menapakkan kaki di area stasiun,” ujar Tohari, Selasa (23/12/2025).
Tak hanya visual yang memanjakan mata, KAI Daop 7 Madiun juga meluncurkan inovasi edukatif berupa Pojok Baca di Stasiun Madiun pada hari ini. Menggandeng Gramedia, fasilitas ini menyediakan beragam koleksi buku yang bisa dinikmati penumpang maupun pengantar saat menunggu.
“KAI tidak hanya ingin menghadirkan layanan transportasi, tetapi juga ruang publik yang inklusif dan bernilai edukasi. Kami harap ruang tunggu kini menjadi lebih produktif,” tambah Tohari.
Lonjakan Penumpang H-3 Natal
Di balik suasana stasiun yang estetik, pergerakan mobilitas masyarakat tercatat meningkat signifikan. Hingga Senin (22/12/2025), KAI Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 94.402 pelanggan telah memesan tiket keberangkatan, sementara arus kedatangan (penumpang turun) mencapai angka 98.544 orang.
Stasiun Madiun masih mendominasi pergerakan dengan 26.696 keberangkatan dan 29.036 kedatangan. Namun, geliat penumpang di Stasiun Blitar juga tak kalah ramai. Tercatat sebanyak 8.894 penumpang berangkat dan 9.752 penumpang tiba di Kota Patria ini, menjadikannya salah satu titik vital pergerakan massa di musim libur kali ini.
Solusi Tiket Habis
Menutup keterangannya, Tohari mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang. Jika tiket perjalanan langsung ke tujuan telah habis terjual, KAI menyarankan penggunaan fitur “Connecting Train” pada aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan pengguna mencari alternatif perjalanan dengan mengombinasikan jadwal kereta yang tersedia, sehingga tetap bisa sampai di tujuan dengan aman dan nyaman. [owi/aje]






