Ngawi (beritajatim.com) – Sebanyak 12 warga Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, mendapat kesempatan berangkat umrah gratis melalui program “Golden Ticket” yang digagas BTPN Syariah. Keberangkatan ini menjadi bentuk apresiasi bagi nasabah yang konsisten menjalankan prinsip BDKS (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu) serta aktif dalam Pertemuan Rutin Sentra (PRS).
Pimpinan Wilayah BTPN Syariah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi, Ali Andi Leon Arkantoro, menegaskan program ini merupakan wujud nyata komitmen bank dalam mendampingi masyarakat inklusi. “Nasabah kami tumbuh dari semangat dan perilaku unggul yang mereka jalani setiap hari. BDKS bukan hanya slogan, tetapi kunci agar masyarakat inklusi semakin berdaya,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Rasa syukur juga disampaikan Purwaningsih, Ketua Sentra Ngompro Maju sekaligus salah satu penerima tiket umrah. “Tak pernah menyangka sebelumnya kalau saya akan berangkat umrah tahun ini. Terharunya lagi, saya bisa berangkat bersama teman-teman satu sentra yang biasanya duduk bersama di kumpulan,” katanya.
Apresiasi datang dari pemerintah daerah. Staf Ahli Bupati Ngawi, Bonadi, menyebut program ini bukti nyata keberhasilan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. “Dengan sikap disiplin dan kerja keras, satu per satu impian mereka terwujud, termasuk ke Tanah Suci,” ucapnya. Hal senada disampaikan Camat Pangkur, Eddy Sukamto, yang menyebut kebanggaan ini bukan hanya milik penerima, tetapi juga seluruh desa.
Kepala Pembiayaan Area Ngawi, Alfatesla Purwandani, menjelaskan seleksi hadiah umrah dilakukan ketat. Kriteria di antaranya menjadi nasabah minimal tiga tahun, membayar angsuran tepat waktu, menginspirasi lingkungan, serta usahanya menunjukkan pertumbuhan.
“Kami ingin hadiah ini benar-benar diberikan kepada nasabah yang disiplin dan berdampak positif bagi sekitarnya,” tegasnya.
Selain seremoni pelepasan, BTPN Syariah juga menggelar literasi keuangan untuk perempuan ultra mikro di Kecamatan Pangkur. Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin, menegaskan tujuan utama bank adalah membangun perilaku unggul nasabah agar lebih berdaya.
“Bayangkan bila perilaku unggul ini diterapkan oleh seluruh perempuan di pelosok negeri, akan tercipta ibu-ibu hebat yang mandiri dan mampu menggerakkan perekonomian,” ujarnya. [fiq/beq]






